Kenali 5 Jenis Perselingkuhan dan Tanda Pasangan Tidak Setia

Kenali 5 Jenis Perselingkuhan dan Tanda Pasangan Tidak Setia
Foto: Ilustrasi Kenali 5 Jenis Perselingkuhan dan Tanda Pasangan Tidak Setia.

Menghadapi kenyataan bahwa pasangan tidak setia merupakan pengalaman menyakitkan yang dapat menghancurkan kepercayaan dalam sebuah komitmen. Meski tidak ada pembenaran untuk pengkhianatan, memahami pemicu perselingkuhan dapat membantu seseorang dalam menentukan langkah bijak ke depan.

Seseorang yang dikhianati perlu mengetahui apakah hubungan tersebut masih layak diperbaiki atau sebaiknya diakhiri. Dilansir dari Lifestyle, terdapat beberapa kategori perselingkuhan yang dibedakan berdasarkan motif atau situasi pemicunya.

Langkah awal untuk menghadapi potensi pengkhianatan adalah dengan meningkatkan kepekaan terhadap dinamika hubungan sehari-hari. Perilaku tidak setia biasanya ditandai dengan perubahan sikap yang terjadi secara mendadak.

Seksolog asal Los Angeles, Tara Suwinyattichaiporn, PhD, menjelaskan beberapa gelagat yang patut diwaspadai. Tanda tersebut meliputi sikap yang mendadak tertutup, perubahan gaya komunikasi, serta kecenderungan mudah marah saat ditanya hal sederhana.

"Selain itu, pasangan mungkin tiba-tiba mengubah kebiasaan merawat diri. Mereka menjadi sangat perhatian dalam merawat diri dan berdandan," ucap Tara.

Sikap tidak peduli terhadap rutinitas pasangan juga menjadi indikasi kuat adanya masalah. Hal ini sering kali terjadi karena perhatian pasangan sedang teralihkan oleh sosok lain yang membuatnya merasa lebih senang.

Memahami Lima Tipe Perselingkuhan

Psikolog sosial dari Loyola University Maryland, Theresa E. DiDonato, PhD, memaparkan lima jenis perselingkuhan yang umum terjadi. Penjelasan ini membantu korban melihat persoalan secara lebih objektif.

1. Tipe Oportunistik

Jenis perselingkuhan ini tidak selalu disebabkan oleh memudarnya cinta, melainkan karena adanya kesempatan yang muncul tiba-tiba. Faktor pemicunya bisa berupa dorongan situasi, keberanian mengambil risiko, hingga pengaruh alkohol.

"Tidak setiap tindakan perselingkuhan direncanakan sebelumnya dan didorong oleh ketidakpuasan dengan hubungan saat ini," kata DiDonato.

2. Tipe Haus Validasi

Tipe ini muncul dari kebutuhan psikologis yang mendalam akan pengakuan dari orang lain. Pelaku sering kali merasa enggan menolak pendekatan intim karena takut menghadapi penolakan kembali, sehingga mencari validasi di luar hubungan resmi.

3. Tipe Pelarian Emosional

Kehilangan ikatan emosional dalam hubungan primer menjadi akar masalah tipe ini. Meski pelaku tampak mempertahankan komitmen, mereka secara diam-diam mencari koneksi penuh kasih sayang dengan orang lain untuk mengisi kekosongan batin.

4. Tipe Dilema Asmara

Pengkhianatan ini terjadi saat seseorang merasa mencintai dua individu berbeda pada waktu yang sama. Situasi ini menimbulkan kecemasan tinggi karena niat awal pelaku yang tidak ingin menyakiti siapapun justru berujung pada kehancuran hati semua pihak.

5. Tipe Hubungan Formalitas

Pada tipe terakhir, hubungan tetap dipertahankan hanya demi memenuhi kewajiban sosial atau formalitas. Di dalamnya sudah tidak ada lagi rasa cinta, komitmen, maupun ketertarikan seksual terhadap pasangan sah.

"Kurangnya cinta dan kurangnya komitmen terhadap pasangan romantis saat ini, keduanya terkait dengan perasaan umum ketidakpuasan hubungan," ujar DiDonato.

Langkah Mengelola Emosi

Mengetahui kategori perselingkuhan memang tidak langsung menghilangkan rasa sakit, namun bisa menjadi pijakan untuk menata emosi. Korban disarankan untuk memproses rasa sedih tanpa menyalahkan diri sendiri.

"Beberapa orang meluangkan waktu untuk menangis, berteriak tentang hal itu, dan mungkin berbicara dengan teman atau terapis yang tepercaya," tutur Tara.

Jika kondisi emosional sudah stabil, bicaralah dengan pasangan secara tenang. Tara menyarankan agar percakapan dimulai dengan jujur mengenai bagaimana perselingkuhan itu terungkap dan meminta penjelasan dari sudut pandang mereka.

Keputusan akhir mengenai kelanjutan hubungan sepenuhnya berada di tangan pihak yang dikhianati. Jika ingin bertahan, bantuan profesional sangat disarankan.

"Kamu harus menemui konselor pernikahan bersama jika kamu telah memutuskan untuk melanjutkan hubungan," kata Tara.

Artikel terkait

Rekomendasi