Jejak Imani Gelar Manasik Haji Intensif Persiapkan Mental Jamaah

Jejak Imani Gelar Manasik Haji Intensif Persiapkan Mental Jamaah
Foto: Ilustrasi Jejak Imani Gelar Manasik Haji Intensif Persiapkan Mental Jamaah.

Rangkaian ibadah haji yang berdurasi lebih panjang dibandingkan umrah menuntut kesiapan hati dan mental yang kuat dari para jamaah. Dilansir dari Detik Travel, jejak imani merespons kebutuhan ini dengan menyelenggarakan program manasik haji offline yang berlangsung intensif.

Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari, mulai Jumat (17/4/2026) hingga Minggu (19/4/2026). Program ini dirancang untuk memberikan persiapan menyeluruh bagi jamaah, tidak hanya terbatas pada aspek teknis ibadah semata.

Komitmen jejak imani dalam membekali jamaah mencakup sisi spiritual, mental, hingga fisik. Sebelum sesi tatap muka ini, para peserta telah mendapatkan pembekalan secara online sebanyak dua kali untuk memperkuat pemahaman awal mereka.

Dalam rangkaian manasik offline, jamaah menerima sebelas materi mendalam dari narasumber kompeten di berbagai bidang. Tahap kedua yang berlangsung pada 19-21 April 2026 akan menitikberatkan pada simulasi fisik dan praktik langsung.

Berbeda dengan manasik konvensional yang fokus pada fiqih, Vice President of Sales, Marketing, Media and Event PT jejak imani Berkah Bersama, Hj Rizky Ajeng Andriani SPsi, menjelaskan bahwa jamaah juga dibekali pemahaman sejarah Islam.

"Jamaah bukan hanya tahu, tapi benar-benar memahami maknanya, dan mendalami sebab mengapa mereka harus berhaji," ujar Rizky Ajeng Andriani dalam rilis pers pada Senin (20/4/2026).

Aspek kesehatan turut menjadi prioritas dengan melibatkan dokter spesialis rehabilitasi medik dan penyakit dalam. Tenaga medis ini membantu jamaah mengelola kondisi fisik selama berminggu-minggu menjalani ibadah di Tanah Suci.

Refleksi Perjalanan Para Nabi

Hari pertama manasik dibuka dengan suasana kehangatan dan materi sejarah para nabi. Sesi ini bertujuan memberikan refleksi mendalam mengenai nilai ketaatan, keikhlasan, dan pengorbanan dalam setiap prosesi haji.

Pembimbing ibadah jejak imani, Ustadz Dr H Hepi Andi Bastoni MA, MPdI, menekankan pentingnya momen di Tanah Suci sebagai sarana bertaubat. Menurutnya, manusia tidak pernah terlepas dari dosa selama hidupnya.

"Ketika berangkat haji dengan membawa setumpuk dosa dan maksiat, lalu datang ke Tanah Suci untuk bertaubat kepada Allah, maka kita pun bisa menjadi pribadi yang yang baru, seperti Nabi Adam," kata Hepi Andi Bastoni.

Pendalaman Ilmu dan Kesiapan Fisik

Memasuki hari kedua, fokus beralih pada pendalaman ilmu serta kesiapan mental. Materi yang diberikan mencakup teknis ibadah, penguatan fisik dari dokter, hingga sesi tazkiyatun nafs yang emosional.

Jamaah juga dibiasakan melakukan shalat tahajud bersama selama program manasik berlangsung. Latihan spiritual ini bertujuan agar para jamaah lebih siap dan terbiasa dengan ritme ibadah saat berada di Mekkah dan Madinah nanti.

Finalisasi Teknis dan Fiqih Wanita

Hari terakhir program ditutup dengan pembahasan spesifik mengenai fiqih haji, termasuk aturan khusus bagi wanita dan hukum-hukum pelaksanaan ibadah. Penjelasan alur perjalanan haji juga diberikan secara mendetail.

Sesi penutup ini dianggap krusial untuk memastikan jamaah memahami berbagai situasi yang mungkin dihadapi. Presiden Direktur jejak imani, H Muhammad Rizaldy Latief, menyatakan manasik ini bukan sekadar formalitas biasa.

"Kami percaya bahwa pelayanan terbaik bukan hanya soal teknis, tetapi juga bagaimana kami mempersiapkan mental dan batin para jamaah sebelum melaksanakan ibadah haji. Hal ini adalah bagian dari komitmen kami dalam mengantarkan jamaah meraih haji yang mabrur," tutur Muhammad Rizaldy Latief.

Bagi masyarakat yang ingin memulai ikhtiar menunaikan rukun Islam kelima ini, jejak imani menyediakan layanan konsultasi secara cuma-cuma. Informasi lebih lanjut tersedia melalui situs resmi [www.jejakimani.com](https://www.jejakimani.com) atau akun media sosial mereka.

Artikel terkait

Rekomendasi