PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) membukukan penurunan klaim pada lini asuransi harta benda sepanjang kuartal I-2026 akibat penerapan underwriting yang lebih ketat. Kebijakan selektif dan penguatan manajemen risiko menjadi faktor utama perbaikan rasio klaim tersebut pada Selasa (19/5/2026).
Dilansir dari Keuangan, realisasi klaim bruto untuk lini asuransi harta benda tercatat menyusut hingga Rp26,7 miliar pada tiga bulan pertama tahun ini. Angka tersebut mengalami penurunan sebesar 77,10 persen jika disandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang menyentuh Rp116,6 miliar.
Langkah efisiensi ini diklaim berhasil menjaga stabilitas keuangan perusahaan di tengah kondisi pasar asuransi umum yang dinamis.
"Penurunan klaim tersebut turut mendukung perbaikan kualitas underwriting dan menjaga profitabilitas perusahaan di tengah dinamika industri asuransi umum," ujar Brellian Gema Widayana, Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo.
Meskipun terdapat pengetatan pada proses seleksi risiko, perolehan premi dari lini harta benda tetap memperlihatkan performa positif. Hingga periode Maret 2026, nilai premi terkumpul mencapai Rp196,6 miliar, atau tumbuh 19,82 persen secara tahunan dari posisi sebelumnya sebesar Rp164,1 miliar.
Brellian Gema Widayana menjelaskan bahwa pertumbuhan ini dipicu oleh besarnya permintaan proteksi aset dari sektor korporasi.
"Sementara itu, premi lini kecelakaan diri melonjak 174,15% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya," lanjut Brellian Gema Widayana, Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo.
Sektor lain yang ikut mengerek pendapatan premi perusahaan meliputi asuransi rangka pesawat yang naik 37,63 persen menjadi Rp65,8 miliar. Selain itu, lini energi offshore juga mencatatkan pertumbuhan sebesar 39,10 persen menjadi Rp24,8 miliar pada kuartal pertama tahun ini.