PT Jasa Marga (Persero) Tbk membukukan pertumbuhan pendapatan usaha sebesar 10,4 persen secara tahunan menjadi Rp 5,1 triliun pada kuartal I 2026. Capaian positif emiten pengelola jalan tol ini dipicu oleh peningkatan volume transaksi kendaraan serta optimalisasi operasional di berbagai ruas tol milik perseroan.
Dilansir dari Money, kenaikan pendapatan usaha tersebut didorong oleh sektor pendapatan tol yang menyumbang Rp 4,7 triliun atau naik 9,4 persen. Sementara itu, pendapatan usaha lainnya tercatat mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 24,4 persen menjadi Rp 397,6 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono menjelaskan bahwa hasil ini membuktikan keajegan perusahaan dalam mengelola operasional di tengah dinamika industri transportasi. Performa keuangan ini juga diikuti oleh kenaikan EBITDA sebesar 10,7 persen menjadi Rp 3,4 triliun.
ÔÇ£Capaian ini mencerminkan konsistensi Perseroan dalam pengendalian beban usaha serta optimalisasi kinerja operasional,ÔÇØ ujar Rivan A. Purwantono, Direktur Utama Jasa Marga melalui keterangan pers pada Kamis (30/4/2026).
Meskipun pendapatan dan EBITDA tumbuh, laba bersih perusahaan pada periode ini mencapai Rp 774,7 miliar. Angka tersebut sedikit terkoreksi akibat peningkatan biaya keuangan pasca beroperasinya Jalan Tol JogjaÔÇôSolo, namun perseroan tetap menilai fundamental bisnis berada pada posisi yang kuat.
ÔÇ£Angka ini sejalan dengan pertumbuhan pendapatan usaha dan EBITDA, serta menunjukkan fundamental bisnis Perseroan yang solid dan akuntabel,ÔÇØ tambah Rivan A. Purwantono, Direktur Utama Jasa Marga.
Pertumbuhan kinerja keuangan ini didukung oleh total volume transaksi yang mencapai 318,8 juta kendaraan, atau naik 1,64 persen secara tahunan. Rata-rata lalu lintas harian pada kuartal pertama tahun ini menyentuh angka 3,5 juta kendaraan di seluruh jaringan jalan tol Jasa Marga Group.
ÔÇ£Pertumbuhan yang konsisten pada pendapatan tol, pendapatan usaha lain, serta EBITDA menjadi indikator kuat terjaganya fundamental bisnis Perseroan,ÔÇØ jelas Rivan A. Purwantono, Direktur Utama Jasa Marga.
Manajemen menegaskan bahwa posisi sebagai pemimpin pasar tetap terjaga dengan penguasaan 42 persen jalan tol di Indonesia. Saat ini, Jasa Marga mengelola total jalan tol sepanjang 1.294 kilometer yang telah beroperasi dari keseluruhan konsesi mencapai 1.736 kilometer.
ÔÇ£Hal ini mencerminkan kemampuan Jasa Marga dalam menjaga stabilitas kinerja sekaligus memperkuat daya tahan usaha di tengah dinamika industri,ÔÇØ lanjut Rivan A. Purwantono, Direktur Utama Jasa Marga.
Untuk mendukung ekspansi, Jasa Marga melalui anak usahanya telah mengamankan kredit sindikasi senilai Rp 17,92 triliun pada Maret 2026. Dana tersebut dialokasikan untuk pembangunan proyek strategis Tol YogyakartaÔÇôBawen dengan nilai investasi total mencapai Rp 25,61 triliun.
ÔÇ£Pembangunan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada pengelolaan infrastruktur,ÔÇØ ujar Rivan A. Purwantono, Direktur Utama Jasa Marga.
Transformasi layanan juga terus dilakukan melalui pemanfaatan teknologi digital seperti aplikasi Travoy dan pusat kendali Jasamarga Tollroad Command Center. Fokus utama perusahaan saat ini bergeser pada peningkatan keterlibatan dan kepuasan pengguna jalan sebagai inti dari kualitas layanan.
ÔÇ£Jasa Marga terus mengedepankan transformasi infra as structure menjadi infra as culture yang berfokus pada engagement pengguna jalan tol sebagai pusat layanan,ÔÇØ tutup Rivan A. Purwantono, Direktur Utama Jasa Marga.