PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) mencatatkan lonjakan laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 167 persen menjadi Rp 1,81 triliun pada kuartal I-2026. Pertumbuhan signifikan emiten agri-food terkemuka di Indonesia ini didorong oleh peningkatan performa penjualan neto yang kuat pada tiga bulan pertama tahun ini.
Pencapaian laba bersih tersebut mengalami kenaikan pesat dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp 680,41 milar, dilansir dari Investor Daily. Seiring dengan kenaikan tersebut, nilai laba per saham JPFA terkerek naik ke posisi Rp 156 per 31 Maret 2026 dari posisi sebelumnya sebesar Rp 59 per saham pada akhir Maret tahun lalu.
Pertumbuhan laba bersih perseroan ditopang oleh penjualan neto yang tumbuh sebesar 23,5 persen hingga mencapai Rp 17,71 triliun dari perolehan sebelumnya yang senilai Rp 14,33 triliun. Di sisi lain, beban pokok penjualan Japfa Comfeed juga mengalami kenaikan menjadi Rp 13,19 triliun dari posisi sebelumnya sebesar Rp 11,63 triliun.
Melalui perbandingan angka tersebut, laba bruto JPFA melonjak 68 persen dari posisi Rp 2,69 triliun menuju level Rp 4,52 triliun pada akhir Maret 2026. Dari sisi neraca keuangan per 31 Maret 2026, total liabilitas perseroan mengalami penyusutan menjadi Rp 17,3 triliun dari posisi Rp 20,04 triliun pada 31 Desember 2025.
Penurunan liabilitas ini dipengaruhi oleh hilangnya utang obligasi per 31 Maret 2026, yang mana sebelumnya tercatat memiliki utang obligasi sebesar Rp 5,83 triliun pada akhir tahun lalu. Meskipun demikian, pinjaman bank jangka panjang perseroan terpantau meningkat menjadi Rp 4,56 triliun dari posisi sebelumnya yang sebesar Rp 2,03 triliun.
Jumlah aset Japfa Comfeed per 31 Maret 2026 berada di angka Rp 39,33 triliun atau menurun dari posisi akhir tahun lalu sebesar Rp 40,06 triliun, sedangkan total ekuitas tercatat naik menjadi Rp 22,02 triliun dari Rp 20,01 triliun. Pada lantai bursa, saham JPFA menguat 4,10 persen ke level Rp 2.540 pada perdagangan hari Rabu (13/5/2026), walaupun dalam akumulasi sebulan terakhir pergerakannya masih melemah sebesar 1,93 persen.
Berdasarkan data pada aplikasi Stockbit Sekuritas, rasio harga terhadap pendapatan atau price earning ratio (PER) JPFA berada di angka 5,79 kali (TTM). Sementara itu, rasio price to book value (PBV) perseroan tercatat sebesar 1,45 kali dengan rasio price to sales (P/S) berada di level 0,46 kali (TTM).