Jamu Menjadi Instrumen Pendukung Pariwisata Berkelanjutan di Jakarta

Jamu Menjadi Instrumen Pendukung Pariwisata Berkelanjutan di Jakarta
Foto: Ilustrasi Jamu Menjadi Instrumen Pendukung Pariwisata Berkelanjutan di Jakarta.

Minuman tradisional jamu kini diposisikan sebagai elemen krusial dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan untuk menarik minat wisatawan asing melalui pendekatan kesehatan holistik. Potensi besar tersebut dibahas dalam agenda diskusi di The 1O1 Sedayu Dharmawangsa, Jakarta, pada Jumat (24/4), sebagaimana dilansir dari Detik Travel.

Akademisi dari Politeknik Sahid Jakarta, Rita Ritasari, menilai bahwa jamu memiliki relevansi kuat dengan konsep gastronomi dan ekonomi kreatif global. Menurutnya, warisan budaya ini mampu menyeimbangkan aspek lingkungan, sosial, serta ekonomi dalam industri pelesir.

"Jadi kalau dibilang secara gastronomi, ini sangat relevan. Karena kalau di sini kita melihat pariwisata berkelanjutan tentunya itu akan mencakup ekonomi kreatif hingga kesehatan holistik, semua relevan dengan wellness tourism global," ujar Rita Ritasari, Akademisi Politeknik Sahid Jakarta.

Penggunaan bahan baku lokal dalam pembuatan jamu dianggap sejalan dengan mandat UN Tourism untuk menjaga kelestarian lingkungan. Rita menegaskan bahwa integrasi kearifan lokal ke dalam sektor formal pariwisata akan memperkuat identitas budaya Indonesia.

"Jadi sejalan dengan prinsip pariwisata berkelanjutan, itu menjaga keseimbangan antara aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi," lanjut Rita Ritasari.

Berdasarkan pengamatannya, wisatawan mancanegara, terutama dari Jepang, menunjukkan ketertarikan tinggi terhadap jamu saat berkunjung ke Indonesia. Hal ini membuktikan bahwa jamu bukan sekadar minuman keluarga, melainkan produk budaya yang kompetitif di pasar internasional.

"Banyak sekali wisatawan modern sekarang justru dari mancanegara yang saya tahu itu suka dengan jamu kita. Saya beberapa kali ke sini banyak orang-orang Jepang yang suka dengan jamu kita," ungkap Rita Ritasari.

Sektor akomodasi turut mengadaptasi tren ini dengan menghadirkan pengalaman konsumsi yang lebih kontemporer bagi tamu. Salah satu inovasi yang muncul adalah sajian jamu omakase yang dikemas secara modern untuk menjangkau generasi muda.

Corporate Brand & Marcom Manager PHM Hotels, Greta Indri, menyatakan bahwa fokus industri perhotelan saat ini telah bergeser pada pemberian pengalaman yang bermakna bagi pengunjung. Melalui penceritaan budaya, jamu dibawa ke ruang yang lebih menarik dan relevan.

"Kami melihat bahwa hospitality hari ini bukan hanya tentang tempat menginap, tetapi juga tentang bagaimana kami dapat menghadirkan pengalaman yang memiliki makna. Melalui pendekatan culture-led experience dan storytelling, kami ingin membawa budaya Indonesia termasuk jamu ke dalam ruang yang lebih relevan dan engaging, terutama bagai generasi saat ini," jelas Greta Indri, Corporate Brand & Marcom Manager PHM Hotels.

Artikel terkait

Rekomendasi