PT Jamkrindo mendorong pemurnian industri penjaminan nasional sebagai langkah strategis memperkuat fokus bisnis dan meningkatkan kapasitas penjaminan untuk mendukung akses pembiayaan UMKM pada Jumat (22/5/2026), dilansir dari Keuangan.
Langkah penguatan tersebut diwujudkan melalui partisipasi perusahaan dalam forum tahunan Indonesia Guarantee Summit 2026 yang mengangkat tema pemurnian industri sebagai fondasi penguatan akses pembiayaan dan stabilitas sistem keuangan.
"Pemurnian industri penjaminan merupakan langkah strategis untuk memperkuat fokus bisnis sehingga industri tumbuh lebih sehat, profesional, dan berkelanjutan. Dengan industri yang semakin kuat, kapasitas penjaminan nasional juga akan meningkat untuk mendukung akses pembiayaan UMKM dan sektor produktif," ujar Agustinus, perwakilan Jamkrindo.
Pihak internal perusahaan menegaskan komitmennya untuk melakukan langkah perbaikan berkelanjutan demi menyokong ekosistem penjaminan yang kokoh di tingkat nasional.
"Ia menambahkan, Jamkrindo akan terus melakukan penguatan tata kelola, transformasi digital, peningkatan kualitas layanan, serta penguatan manajemen risiko guna mendukung penguatan industri penjaminan nasional."
Sinergi yang melibatkan regulator, industri jasa keuangan, pemerintah, dan perusahaan penjaminan dipandang menjadi elemen krusial untuk menciptakan sistem pembiayaan yang inklusif serta kompetitif.
"Menurut Handoko, penguatan industri penjaminan juga perlu diiringi pengembangan ekosistem penjaminan yang lebih terintegrasi. Hal itu mencakup penguatan kapasitas penjaminan ulang, skema kolaborasi penjaminan, serta peningkatan literasi masyarakat terhadap fungsi dan manfaat industri penjaminan."
Melalui upaya integrasi tersebut, sektor penjaminan diharapkan dapat berperan maksimal dalam memfasilitasi intermediasi keuangan serta memperkokoh daya tahan ekonomi domestik di tengah volatilitas global.
Indonesia Guarantee Summit berfungsi sebagai wadah pertemuan strategis tahunan yang mempertemukan para pemangku kepentingan mulai dari regulator, pemerintah, akademisi, hingga pelaku usaha.
Forum ini sekaligus menjadi momentum krusial guna menegaskan posisi sektor penjaminan sebagai pilar utama perluasan pembiayaan UMKM, pendalaman sektor keuangan, menjaga kualitas intermediasi, serta menopang stabilitas sistem keuangan nasional.