ITSEC Asia Tahan Laba Bersih untuk Ekspansi Keamanan Siber

ITSEC Asia Tahan Laba Bersih untuk Ekspansi Keamanan Siber
Foto: Ilustrasi ITSEC Asia Tahan Laba Bersih untuk Ekspansi Keamanan Siber.

PT ITSEC Asia Tbk (CYBR) memutuskan untuk tidak membagikan dividen dari laba tahun buku 2025 dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta pada Kamis (21/5/2026). Langkah tersebut diambil demi memperkuat fondasi bisnis dan mempercepat ekspansi perseroan di sektor keamanan siber.

Dilansir dari Investasi, para pemegang saham menyepakati alokasi laba bersih senilai Rp68,35 miliar untuk cadangan wajib sebesar Rp100 juta, sedangkan sisanya dibukukan sebagai laba ditahan. Keputusan ini diambil manajemen untuk menjaga disiplin keuangan sekaligus menyokong pengembangan usaha ke depan.

Hingga tahun 2025, emiten berkode saham CYBR ini telah menyerap seluruh dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) sebesar Rp92,18 miliar. Sementara itu, dana hasil konversi Waran Seri I yang sudah terpakai mencapai Rp90,75 miliar, sehingga tersisa Rp14,83 miliar untuk mendanai ekspansi lanjutan.

Sepanjang tahun 2025, perseroan membukukan kenaikan pendapatan sebesar 62,1 persen secara tahunan menjadi Rp577 miliar. Lonjakan operasional dan perbaikan struktur pendapatan tersebut turut mendorong pertumbuhan laba bersih CYBR hingga mencapai kisaran Rp65 miliar.

Pertumbuhan kinerja ini dinilai menjadi landasan penting bagi pengembangan organisasi perseroan demi menghadapi dinamika pasar.

"Industri keamanan siber kini semakin strategis bagi keberlanjutan bisnis dan ketahanan nasional. Kami memastikan memiliki struktur dan kapabilitas yang tepat untuk menjawab kebutuhan pasar yang berkembang cepat," ujar Patrick Rudolf Dannacher, Presiden Direktur ITSEC Asia.

Pihak manajemen melihat adanya potensi pasar yang besar seiring melonjaknya kebutuhan pengamanan digital di sektor pemerintahan, jasa keuangan, hingga infrastruktur kritikal. Untuk memaksimalkan potensi tersebut, RUPST juga menyetujui pengangkatan Yulius C. Rusli dan Viko Setiyawan selaku direktur baru perseroan.

"Kami melihat peluang besar untuk memperkuat kapabilitas dan menghadirkan nilai lebih melalui inovasi dan eksekusi yang solid," kata Yulius C. Rusli, Direktur ITSEC Asia.

Manajemen baru berkomitmen untuk fokus pada peningkatan fleksibilitas organisasi dalam menghadapi ancaman siber.

"Kami melihat peluang besar untuk memperkuat kapabilitas dan menghadirkan nilai lebih melalui inovasi dan eksekusi yang solid," ujar Viko Setiyawan, Direktur ITSEC Asia.

Melalui penyegaran struktur manajemen ini, ITSEC Asia optimistis mampu mempercepat pertumbuhan secara berkelanjutan sekaligus memperkokoh posisinya sebagai mitra strategis keamanan siber di Indonesia.

Artikel terkait

Rekomendasi