Dr Irwan Dewanto Luncurkan Buku Milenial Bisa Memimpin untuk Redam Risiko Talent Drain

Dr Irwan Dewanto Luncurkan Buku Milenial Bisa Memimpin untuk Redam Risiko Talent Drain
Foto: Ilustrasi Dr Irwan Dewanto Luncurkan Buku Milenial Bisa Memimpin untuk Redam Risiko Talent Drain.

Buku berjudul Milenial Bisa Memimpin karya Dr Irwan Dewanto resmi diluncurkan sebagai panduan menghadapi dinamika dunia kerja modern. Karya ini mengulas peran generasi muda untuk mengambil alih posisi kepemimpinan di tengah fase perubahan yang bergerak cepat.

Formulasi dalam buku ini disusun berdasarkan hasil riset akademik yang berakar dari disertasi doktoral sang penulis. Kandungan teoritis di dalamnya dikemas menjadi konsep praktis yang relevan dengan kebutuhan nyata organisasi masa kini.

Peluncuran literatur ini berlangsung di Jakarta pada Rabu (20/5/2026) dan memicu perhatian dari para akademisi serta praktisi sektor sumber daya manusia. Agenda ini menyoroti pergeseran gaya kepemimpinan yang tidak bisa lagi mengandalkan struktur hierarki kaku, seperti dilansir dari Suara.

Dr Irwan Dewanto memandang bahwa korporasi saat ini perlu bertransformasi secara menyeluruh. Pengelolaan organisasi disarankan beralih dari model berbasis kekuasaan menjadi sebuah ekosistem kerja yang mengedepankan kolaborasi dan tujuan bersama.

"Keberlanjutan organisasi saat ini tidak lagi bisa bertumpu pada pola kepemimpinan lama. Kita harus berani bertransisi dari struktur hierarki kaku yang berbasis kekuasaan menuju ekosistem kolaboratif," ujarnya dalam peluncuran buku.

Gagasan utama yang diperkenalkan dalam buku ini dinamakan konsep The Big 4. Ini merupakan empat pilar kepemimpinan era disrupsi yang mencakup aspek lingkungan kerja sehat, apresiasi pencapaian, pemanfaatan teknologi, dan mentoring dua arah.

Aspek budaya organisasi menjadi poin yang paling krusial dalam ulasan tersebut. Lingkungan kerja yang mengedepankan transparansi, keterbukaan, dan kerja sama dinilai menjadi motor utama dalam merangsang lahirnya inovasi serta kreativitas tim.

Buku ini juga memetakan ancaman bagi perusahaan yang lambat menyesuaikan diri dengan pergeseran generasi. Salah satu dampak yang diantisipasi adalah fenomena talent drain atau hilangnya pekerja terbaik karena sistem kerja yang usang.

Selain itu, hambatan komunikasi antar-level jabatan turut memicu penurunan produktivitas pada struktur organisasi yang kompleks. Masalah ini menjadi perhatian serius yang harus segera diatasi oleh manajemen perusahaan.

Dalam proyeksi jangka panjang menuju visi Indonesia Emas 2045, buku ini menyodorkan gagasan Multiplier Leadership. Skema tersebut menekankan pentingnya regenerasi yang terencana demi memberikan ruang strategis bagi generasi muda.

Terdapat pula framework LEAD-PRO yang memposisikan generasi milenial sebagai pilar kepemimpinan utama. Sementara itu, generasi Gen Z diposisikan sebagai motor penggerak untuk mengoptimalkan produktivitas di sektor digital.

Secara keseluruhan, pesan yang dibawa mengindikasikan bahwa kepemimpinan bukan lagi persoalan faktor usia atau tingginya jabatan. Esensi utamanya terletak pada kelenturan dalam beradaptasi serta kemampuan dalam membangun ruang kolaborasi.

Artikel terkait

Rekomendasi