Investor Domestik India Menahan Penurunan Tajam Pasar Saham

Investor Domestik India Menahan Penurunan Tajam Pasar Saham
Foto: Ilustrasi Investor Domestik India Menahan Penurunan Tajam Pasar Saham.

Investor domestik di India berhasil mencegah pasar modal dari penurunan tajam di tengah aksi penarikan dana besar-besaran oleh investor asing pada Selasa (19/5/2026). Peran krusial lembaga lokal ini menjaga stabilitas ekuitas setelah penanam modal luar negeri menjual saham senilai miliaran dollar tahun lalu.

Dilansir dari Money, kekuatan pasar domestik ini didorong oleh pertumbuhan jumlah partisipan lokal yang mendaftar di bursa saham secara masif dalam periode satu tahun terakhir.

ÔÇ£India sedang berkembang, dan sebagian sebagian besar penduduknya masih belum memasuki pasar modal,ÔÇØ kata Direktur Pelaksana Bursa Efek Bombay (BSE) Sensex Sundararaman Ramamurthy dikutip dari CNBC.

Ramamurthy menjelaskan bahwa struktur kepemilikan saham di India kini telah mengalami pergeseran besar dibandingkan masa lalu.

ÔÇ£Saham-saham Asia sebagian besar didorong oleh sentimen positif seputar AI,ÔÇØ kata laporan itu,

Pembalikan arah pasar ini tercermin dari realisasi investasi bersih lembaga domestik yang mencapai 91 miliar dollar AS pada tahun lalu. Di sisi lain, investor asing justru menarik dana sebesar 35 bahwasanya miliar dollar AS akibat kekhawatiran terhadap pelemahan pendapatan dan dampak ekonomi dari kenaikan harga minyak global akibat konflik di Timur Tengah.

ÔÇ£Hal ini tidak hanya mengatasi arus keluar modal asing, tetapi juga memperkuat BSE secara signifikan.ÔÇØ imbuh Ramamurthy.

Kondisi pasar India semakin tertekan karena absennya perusahaan ekosistem kecerdasan buatan (AI) skala besar di negara tersebut meskipun dikenal sebagai pemimpin teknologi informasi. Berdasarkan laporan HSBC Research, pasar India mengalami penurunan sekitar 10 persen dalam mata uang dollar AS karena tidak memiliki peta jalan AI yang jelas.

ÔÇ£Ia menambahkan, sebanyak 35 juta investor India telah mendaftar melalui BSE dalam setahun terakhir.ÔÇØ lanjut Ramamurthy.

Ketiadaan fokus pada teknologi kecerdasan buatan membuat pergerakan modal di India tertinggal dari negara Asia lain yang berfokus pada AI. Sebagai perbandingan, pasar saham di Korea Selatan dan Taiwan masing-masing mencatatkan lonjakan sekitar 80 persen dan 40 persen sejak awal tahun.

ÔÇ£Kepemilikan saham oleh investor asing di pasar saham India dulunya lebih tinggi dibandingkan dengan kepemilikan saham oleh lembaga domestik.ÔÇØ papar Ramamurthy.

Kendati demikian, sentimen negatif global tersebut terbukti tidak menghentikan laju aliran dana masyarakat lokal ke dalam instrumen reksa dana saham. Data media setempat menunjukkan total arus masuk ke reksa dana saham melonjak menjadi 384,4 miliar rupee atau mendekati 4 miliar dollar AS pada April, meningkat 58 persen secara tahunan.

ÔÇ£Tetapi saat ini keadaannya telah berbalik,ÔÇØ kata Ramamurthy.

Ketahanan dari sektor domestik ini menjadi penopang utama saat indeks acuan India BSE Sensex terkoreksi 11 persen sejak awal tahun. Catatan penurunan tersebut menempatkan bursa saham India ke dalam kelompok indeks dengan kinerja terburuk di kawasan Asia.

ÔÇ£Dan mencegahnya dari penurunan tajam,ÔÇØ kata Ramamurthy.

Artikel terkait

Rekomendasi