Aksi jual hebat dilakukan oleh investor asing pada perdagangan saham sesi I di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (26/5/2026). Dilansir dari Investor Daily, investor asing mencatatkan transaksi jual bersih atau net sell dengan nilai total mencapai Rp 823,3 miliar. Manuver aksi jual tersebut berpusat pada saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).
Berdasarkan data BEI yang dilansir Stockbit Sekuritas, akumulasi net sell terhadap saham BBCA menembus angka Rp 234,1 milar. Nilai ini dihitung berdasarkan pergerakan harga rata-rata pada sesi I perdagangan, dengan volume penjualan terpantau sebanyak 38,8 juta saham.
Tekanan jual di pasar reguler ini berdampak langsung pada pergerakan harga saham BBCA yang bergerak melemah. Hingga informasi ini disiarkan, harga saham BBCA mengalami penurunan sebesar 1,64% ke level Rp 6.000. Koreksi ini menggenapi pelemahan BBCA sebesar 0,83% dalam sebulan terakhir, serta penurunan mencapai 25,7% selama year to date (ytd).
Data dari IDX mengungkapkan bahwa saham BBCA telah ditransaksikan hingga mencapai 88,13 juta saham. Aktivitas perdagangan ini melibatkan frekuensi sebanyak 18,2 ribu kali transaksi, dengan nilai keseluruhan transaksi yang tercatat menyentuh Rp 530,9 miliar.
Kondisi pada hari Selasa ini berbalik arah secara signifikan jika dibandingkan dengan situasi perdagangan pada hari Senin (25/5/2026). Pada hari sebelumnya, saham BBCA justru menjadi buruan investor asing dengan catatan aksi beli bersih atau net buy asing senilai Rp 82,15 miliar.
Melalui catatan perdagangan untuk Selasa (26/5/2026), CGS International Sekuritas Indonesia memprediksi target terdekat untuk pergerakan saham BBCA berada di kisaran harga Rp 6.208 hingga Rp 6.317. Target harga tersebut saat ini posisinya sudah terlampaui oleh harga aktual di pasar.
CGS International Sekuritas Indonesia juga memaparkan analisis secara teknikal terkait pergerakan saham ini. Mereka menyatakan bahwa pergerakan harga saham BBCA saat ini memiliki area support pertahanan yang berada pada rentang Rp 5.817 sampai Rp 5.958.