Aksi jual bersih atau net sell oleh investor asing berlanjut di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (12/5/2026) dengan nilai mencapai Rp 931,89 miliar di seluruh pasar. Tekanan jual tersebut terutama menyasar saham PT Antam Tbk (ANTM) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) di tengah pelemahan indeks harga saham gabungan (IHSG).
Dilansir dari Investor Daily, tambahan pelepasan aset oleh pemodal luar negeri ini menyebabkan total net sell asing sepanjang tahun berjalan melonjak menjadi Rp 39,29 triliun. Saham ANTM mencatatkan nilai jual bersih terbesar di pasar reguler yakni Rp 217,7 miliar, disusul oleh BMRI sebesar Rp 181,7 miliar.
Selain kedua saham unggulan tersebut, investor asing juga melepas saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) senilai Rp 174,1 miliar dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) sebesar Rp 140,1 miliar. Di sisi lain, saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) justru membukukan net buy tipis sebesar Rp 95,1 miliar.
IHSG sendiri menutup perdagangan dengan koreksi 46,72 poin atau 0,68 persen ke posisi 6.858,9. Data BEI menunjukkan sebanyak 486 saham mengalami penurunan harga, berbanding terbalik dengan 217 saham yang menguat, sementara 256 saham lainnya stagnan dengan total nilai transaksi harian Rp 16,04 triliun.
Sektor kesehatan dan perindustrian menjadi pemberat utama pasar dengan penurunan masing-masing 3,5 persen dan 3,2 persen. Namun, penguatan masih terlihat pada sektor barang baku yang naik 1,8 persen, diikuti sektor transportasi sebesar 1,59 persen dan sektor keuangan 0,3 persen.
Analisis dari Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan bahwa sentimen negatif global dipicu oleh pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait kondisi gencatan senjata AS-Iran yang dinilai kritis. Penolakan Trump terhadap proposal damai Teheran menimbulkan kekhawatiran pelaku pasar akan potensi gangguan distribusi energi di Selat Hormuz.
Faktor domestik juga turut menekan performa bursa akibat pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Selain memantau ketegangan geopolitik dan kebijakan suku bunga The Fed, investor kini sedang mengantisipasi pengumuman rebalancing indeks MSCI Indonesia sebagai panduan investasi global mendatang.