Investor asing melakukan aksi beli bersih terhadap sejumlah saham unggulan di tengah pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang merosot 1,98 persen ke posisi 6.723,3 pada Rabu (13/5/2026).
Penurunan indeks sebesar 135,5 poin ini tidak menghalangi aliran modal masuk pada emiten tertentu, dengan PT Timah Tbk (TINS) mencatatkan nilai beli bersih tertinggi. Dilansir dari Investor Daily, akumulasi beli asing pada saham TINS mencapai Rp 41,8 miliar berdasarkan data Stockbit.
Selain sektor pertambangan, minat pemodal luar negeri juga tertuju pada sektor infrastruktur dan telekomunikasi. PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) membukukan transaksi beli bersih sebesar Rp 31,2 miliar, disusul oleh PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) senilai Rp 24,6 miliar.
Meskipun terdapat aksi beli di beberapa saham, secara keseluruhan pasar masih didominasi oleh tekanan jual. Investor asing mencatatkan total jual bersih di seluruh pasar mencapai Rp 1,53 triliun pada perdagangan hari tersebut.
Rincian nilai pelepasan aset oleh asing terdiri dari Rp 1,35 triliun di pasar reguler, sementara sisanya sebesar Rp 184,8 miliar tercatat di pasar negosiasi dan tunai. Kondisi ini bertepatan dengan penurunan harga 428 saham, berbanding terbalik dengan 260 saham yang menguat dan 271 saham stagnan.
| Peringkat | Nama Emiten (Kode) | Nilai Net Buy |
|---|---|---|
| 1 | PT Timah Tbk (TINS) | Rp 41,8 miliar |
| 2 | PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) | Rp 31,2 miliar |
| 3 | PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) | Rp 24,6 miliar |
| 4 | PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) | Rp 19,2 miliar |
| 5 | PT Indosat Tbk (ISAT) | Rp 15,7 miliar |
| 6 | PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) | Rp 11,8 miliar |
| 7 | PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA) | Rp 10,6 miliar |
| 8 | PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) | Rp 10,5 miliar |
| 9 | PT Gudang Garam Tbk (GGRM) | Rp 10,3 miliar |
| 10 | PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) | Rp 9,6 miliar |
Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia sepanjang Rabu mencatatkan total nilai transaksi sebesar Rp 19,33 triliun. Volume perdagangan menyentuh angka 36,6 miliar saham dengan frekuensi transaksi sebanyak 2,27 juta kali.