Universitas Negeri Malang (UM) tengah melakukan investigasi mendalam terkait temuan dugaan praktik joki pada hari pertama pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2026. Praktik kecurangan ini terdeteksi pada peserta yang mendaftarkan diri di program studi Kedokteran Gigi.
Pihak kampus membenarkan adanya indikasi kuat keterlibatan pihak ketiga dalam ujian tersebut, seperti dilansir dari Kompas. Meskipun pelaku sempat mengikuti ujian hingga sesi berakhir, keberadaannya sudah tidak ditemukan di lokasi saat panitia pusat melakukan pengecekan langsung di ruang ujian.
Menindaklanjuti temuan tersebut, manajemen kampus segera melakukan pemeriksaan terhadap rekaman CCTV serta meminta keterangan dari pengawas ruangan. Direktur Pendidikan UM, Evi Eliyanah, menyatakan bahwa proses penyelidikan saat ini sedang berlangsung untuk memastikan jumlah pihak yang terlibat.
"Kita masih melakukan investigasi tersebut dan belum konklusif. Tapi kita punya kecurigaan itu. Ada, kita sudah mengerucut lah bisa dikatakan seperti itu. Sudah mengerucut dan kerucutnya ini enggak sepuluh ya, di bawah tiga lah" Kata Evi Eliyanah, Direktur Pendidikan UM.
Pihak universitas juga menemukan adanya manipulasi identitas yang dilakukan agar peserta ilegal dapat masuk ke ruang ujian. Kepala Subdirektorat Seleksi UM, Rizky Firmansyah, menjelaskan bahwa pelacakan dilakukan setelah sistem mengonfirmasi adanya ketidaksesuaian data peserta.
"Kemudian akhirnya ini sudah langsung konfirm. Lalu kami telusuri, ternyata sudah tidak ada, tapi semua peserta di ruangan itu hadir berarti ada. Kita langsung cek CCTV dan seterusnya ya itu confirm bahwa ya memang terjadi" Ujar Rizky Firmansyah, Kepala Subdirektorat Seleksi UM.
Kasus ini menjadi sorotan setelah informasi mengenai jasa joki UTBK di UM pada hari pertama ujian viral di media sosial. Berdasarkan laporan Pansus SNPMB 2026, pelaku diketahui memodifikasi foto pada tanda peserta ujian guna menghindari deteksi sistem keamanan digital.