Setyono Djuandi Darmono Fokus Investasi Pendidikan di Tengah Krisis 1997

Setyono Djuandi Darmono Fokus Investasi Pendidikan di Tengah Krisis 1997
Foto: Ilustrasi Setyono Djuandi Darmono Fokus Investasi Pendidikan di Tengah Krisis 1997.

Pendiri President University, Setyono Djuandi Darmono, mengambil keputusan strategis untuk menanamkan modal di sektor pendidikan saat krisis ekonomi melanda Indonesia pada 1997.

Dilansir dari Kompas, Darmono menyadari bahwa masa krisis tersebut merupakan tantangan yang sangat berat bagi dunia usaha di tanah air.

Meski kondisi ekonomi sedang sulit, ia tidak hanya berfokus pada upaya penyelamatan bisnis pribadinya, melainkan melihat adanya persoalan mendasar pada bangsa.

Darmono mengamati bahwa selama ini Indonesia terlalu bergantung pada pemanfaatan sumber daya alam serta ketersediaan tenaga kerja dengan upah murah.

Ia berpendapat bahwa di masa depan, Indonesia wajib menyediakan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki keterampilan tinggi dan siap pakai di dunia kerja.

Pandangan Darmono menunjukkan bahwa sistem pendidikan pada periode tersebut dinilai belum mampu memenuhi standar dan kebutuhan yang diminta oleh industri.

Dalam proses perekrutan karyawan, Darmono mengungkapkan fakta bahwa dirinya tidak menggunakan indeks prestasi sebagai satu-satunya indikator keberhasilan seseorang.

Terdapat kriteria lain yang menjadi pertimbangan utama, mulai dari penguasaan bahasa asing hingga pengalaman kerja nyata yang dimiliki kandidat.

Darmono juga menekankan pentingnya eksposur internasional bagi tenaga kerja agar mampu bersaing secara global di berbagai sektor industri.

Selain aspek teknis, pembentukan karakter serta latar belakang seseorang turut menjadi faktor penentu dalam penilaian profesional yang ia terapkan.

Artikel terkait

Rekomendasi