Kitabisa dan Bakti Barito Kucurkan Investasi Pendidikan Iklim Rp13 Miliar

Kitabisa dan Bakti Barito Kucurkan Investasi Pendidikan Iklim Rp13 Miliar
Foto: Ilustrasi Kitabisa dan Bakti Barito Kucurkan Investasi Pendidikan Iklim Rp13 Miliar.

Kemitraan strategis antara Kitabisa.org dan Bakti Barito meluncurkan program Green Guardians dengan target investasi sosial mencapai Rp13 miliar untuk memperkuat pendidikan iklim holistik di Indonesia. Dana tersebut dialokasikan guna mendukung implementasi program di 222 sekolah serta pengembangan kader Adiwiyata, sebagaimana dilansir dari Suara.

Skema pendanaan inovatif ini melibatkan pembentukan dana abadi di mana Bakti Barito akan melipatgandakan setiap donasi publik yang masuk. Sementara itu, Kitabisa.org berperan memberikan pendanaan tambahan guna menjamin keberlanjutan dampak program di masa depan melalui jangkauan digital yang luas.

Pengalokasian anggaran tahunan dibagi menjadi dua bagian utama, yakni 70 persen untuk implementasi langsung di ratusan sekolah menuju status Adiwiyata dalam durasi lima tahun. Sisa 30 persen lainnya akan disalurkan ke dana abadi Wakaf Produktif khusus bagi keberlanjutan kaderisasi lingkungan.

Program ini menitikberatkan pada perubahan pola pikir siswa melalui metode partisipatif, seperti praktik pengelolaan sampah, pengurangan plastik sekali pakai, serta konservasi energi. Para guru juga dibekali pelatihan khusus agar mampu menyampaikan materi perubahan iklim secara aplikatif kepada peserta didik.

ÔÇ£Selama lima tahun ke depan, kami akan menggandakan jangkauan dana kami untuk implementasi program Green Guardians melalui pencocokan donasi publik dan reinvestasi strategis,ÔÇØ ujar Alfatih Timur, Pendiri Kitabisa.org.

Langkah pencocokan dana ini merupakan bagian dari upaya memastikan jangkauan pendidikan iklim menyentuh lebih banyak institusi pendidikan secara konsisten. Alfatih menekankan bahwa pendekatan tersebut krusial agar inisiatif lingkungan tidak berhenti di tengah jalan.

ÔÇ£Kami memandang program Green Guardians sebagai sebuah upaya kolaboratif, dan kami secara aktif mengundang berbagai pihak untuk bersama-sama menjangkau lebih banyak siswa di seluruh negeri,ÔÇØ jelas Dian A. Purbasari, Direktur Eksekutif Yayasan Bakti Barito.

Dian menilai sifat kolaboratif sangat penting dalam pendidikan lingkungan agar tercipta dampak nyata yang luas. Upaya ini diharapkan mampu menyinergikan pengetahuan teoritis siswa dengan aksi konkret dalam kehidupan sehari-hari demi menjaga ekosistem sekolah.

Artikel terkait

Rekomendasi