Investasi KEK Mandalika Tembus Rp6,018 Triliun dan Serap 26.002 Tenaga Kerja

Investasi KEK Mandalika Tembus Rp6,018 Triliun dan Serap 26.002 Tenaga Kerja
Foto: Ilustrasi Investasi KEK Mandalika Tembus Rp6,018 Triliun dan Serap 26.002 Tenaga Kerja.

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatatkan pertumbuhan realisasi investasi yang signifikan. Dikutip dari Media Indonesia, akumulasi investasi yang masuk ke kawasan pariwisata ini sudah menembus angka Rp6,018 triliun hingga akhir tahun 2025.

Suntikan modal dalam skala besar tersebut memberikan dampak nyata bagi pergerakan ekonomi masyarakat. Saat ini, ekosistem pariwisata terintegrasi di KEK Mandalika tercatat telah menyerap sebanyak 26.002 orang tenaga kerja, baik dari skala lokal maupun nasional.

Sektor usaha di kawasan ini juga mengalami ekspansi dengan masuknya 27 pelaku usaha yang menjalankan berbagai lini bisnis. Bidang keahlian mereka tersebar mulai dari hospitality dan perhotelan, lifestyle tourism, mixed use development, utilitas kawasan, hingga sektor pendukung ekosistem motorsport.

Daya pikat KEK Mandalika kini semakin meluas ke pasar internasional. Arus modal yang masuk tidak hanya berasal dari pemodal domestik, tetapi juga mengalir dari berbagai negara seperti Singapura, Jepang, Amerika Serikat, Spanyol, hingga Maroko.

Direktur Operasi InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), Troy Warokka, mengutarakan bahwa pihaknya terus memperkuat ekosistem investasi. Langkah ini ditempuh melalui peningkatan kualitas destinasi, pembangunan infrastruktur, serta penyediaan utilitas kawasan yang berkelanjutan.

ÔÇ£Masuknya berbagai investor menunjukkan meningkatnya kepercayaan dunia usaha terhadap potensi dan prospek The Mandalika sebagai destinasi pariwisata berkelas dunia. Kawasan ini mempunyai daya tarik kuat melalui konsep integrated tourism destination yang memadukan sport tourism, hospitality, area komersial, ruang terbuka hijau, serta fasilitas publik,ÔÇØ ujarnya.

Aktivitas pariwisata di area ini menunjukkan tren pertumbuhan pada periode Januari hingga April 2026 dengan total kunjungan mencapai 285.003 pengunjung. Pada kurun waktu yang sama, rata-rata durasi tinggal (length of stay) wisatawan naik menjadi 2,33 hari dari yang sebelumnya 1,96 hari.

Peningkatan juga terjadi pada rata-rata tingkat okupansi hotel di dalam kawasan yang kini menyentuh angka 44,57 persen, naik dari periode yang sama tahun lalu sebesar 41,55 persen. Durasi tinggal yang lebih lama ini berdampak langsung pada penguatan ekonomi pelaku usaha lokal, UMKM, dan sektor perhotelan sekitar.

ÔÇ£Kondisi ini memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi pelaku usaha lokal, UMKM, dan sektor hospitality di sekitar kawasan,ÔÇØ tandas Troy.

Ekspansi Resort Mewah di Pantai Tanjung Aan

Optimisme terhadap prospek jangka panjang KEK Mandalika juga disuarakan oleh para pelaku usaha di lapangan. Direktur Utama PT Kleo Mandalika Resort, Satoki Okazaki, menilai kawasan ini memiliki karakter kuat yang tidak hanya bertumpu pada agenda ajang tertentu, melainkan didukung oleh potensi alam.

ÔÇ£Kami melihat The Mandalika berkembang menjadi destinasi yang semakin matang dan memiliki karakter yang kuat. Pertumbuhan aktivitas wisata, peningkatan konektivitas, serta pengembangan kawasan yang terus berjalan menjadi sinyal positif bagi pelaku usaha dan investor untuk tumbuh bersama dalam keberlanjutan,ÔÇØ ujarnya.

PT Kleo Mandalika Resort sendiri menanamkan investasi senilai Rp2,1 triliun untuk membangun resort mewah di atas lahan seluas lebih dari 10 hektare. Proyek ini dipersiapkan untuk menghadirkan hotel bintang lima dengan konsep Luxury Brand Collection di area Pantai Tanjung Aan.

Sebagai langkah awal, perusahaan telah melakukan soft opening untuk Kleo Beach Club yang berlokasi di bagian timur Pantai Tanjung Aan, tepat di bawah Bukit Merese. Destinasi baru ini menjadi daya tarik bagi wisatawan lokal dan mancanegara untuk menikmati pantai.

Marketing Officer Kleo Beach Club, Yosi Pramana, menjelaskan bahwa pergerakan wisatawan di area pantai berlangsung dari siang hingga menjelang malam. Fasilitas yang disediakan mencakup tempat istirahat serta akses area kuliner bagi para pengunjung.

ÔÇ£Jam 12 siang itu mereka sudah mulai pada antre hingga jam 6 sore, meskipun kita tetap buka hingga jam 8 malam,ÔÇØ ujarnya.

Setiap harinya, kunjungan ke beach club ini berkisar antara 180 sampai 250 wisatawan yang didominasi oleh pelancong asal Eropa dan Asia. Pihak pengelola juga memberdayakan warga lokal dengan menghadirkan daya tarik tambahan berupa aktivitas membawa kerbau lintas pantai dan penyewaan kuda pada sore hari.

ÔÇ£Kita kerja sama dengan warga lokal memberdayakan mereka,ÔÇØ kata Yosi.

Saat ini, manajemen Kleo Beach Club tengah melakukan berbagai persiapan teknis. Agenda grand opening tempat rekreasi tepi pantai ini dijadwalkan akan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan.

Artikel terkait

Rekomendasi