Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal berhasil mencatatkan akumulasi investasi sebesar Rp101,93 triliun hingga kuartal I/2026 yang dipicu oleh percepatan proyek manufaktur pada Minggu (3/5/2026). Capaian ini secara langsung telah menyerap sebanyak 117.941 tenaga kerja di berbagai sektor industri di wilayah tersebut.
Realisasi modal dalam jumlah besar ini berkontribusi signifikan terhadap struktur ekonomi lokal, termasuk menyumbang 24,33 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Kendal. Selain itu, pertumbuhan ekonomi daerah tersebut melonjak hingga 9,00 persen (yoy) sebagaimana dilansir dari Ekonomi.
Efisiensi investasi di wilayah ini juga terlihat dari angka Incremental Capital Output Ratio (ICOR) sebesar 3,92 yang menunjukkan hasil output ekonomi yang optimal. Proyek terbaru yang mulai berjalan adalah pembangunan pabrik PT Hoi Fu Paper Packaging dengan nilai investasi Rp1,12 triliun.
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso menjelaskan bahwa pemerintah terus mengawal setiap tahapan investasi demi memperkuat ekonomi nasional. Pembangunan pabrik kemasan kertas tersebut diperkirakan akan menambah ketersediaan lapangan kerja bagi 1.000 warga lokal.
ÔÇ£Hingga Triwulan I/2026, kawasan ini telah mencatatkan investasi kumulatif sebesar Rp101,93 triliun dengan serapan tenaga kerja mencapai 117.941 orang,ÔÇØ ujar Susiwijono Moegiarso, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
Susiwijono yang juga menjabat Ketua Tim Pelaksana Dewan Nasional KEK mengungkapkan tingkat penggunaan lahan di kawasan tersebut kini hampir mencapai kapasitas maksimal. Langkah ekspansi wilayah sedang dipersiapkan untuk memfasilitasi gelombang investasi berikutnya di masa depan.
ÔÇ£Pemerintah juga berkomitmen untuk terus mendorong pemberian insentif bagi pelaku usaha yang berminat berinvestasi di KEK,ÔÇØ pungkas Susiwijono Moegiarso, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
Pemerintah berencana menambah luas lahan kawasan sebesar 1.000 hektare untuk menampung minat investor baru. Pemberian berbagai insentif fiskal dan non-fiskal tetap menjadi strategi utama untuk memperluas dampak ekonomi bagi masyarakat luas.