Integrasi sektor produksi dan logistik menjadi elemen krusial dalam memperkuat ketahanan rantai pasok industri petrokimia nasional pada Selasa (12/5/2026). Langkah strategis melalui investasi armada mandiri diperlukan guna menjamin keberlanjutan pasokan bahan baku cair di tengah dinamika pasar global, sebagaimana dilansir dari Ekonomi.
Pemanfaatan kapal pengangkut kimia cair milik sendiri dipandang mampu meminimalkan ketergantungan pada pasar logistik spot. Founder & CEO Supply Chain Indonesia, Setijadi, menekankan bahwa penguatan sistem ini selaras dengan posisi industri pengolahan sebagai penyumbang terbesar Produk Domestik Bruto Indonesia.
"Integrasi produksi dan logistik sangat penting untuk menjaga ketahanan rantai pasok industri, terutama sektor petrokimia yang bergantung pada kontinuitas pasokan bahan baku cair," ujar Setijadi, Founder & CEO Supply Chain Indonesia.
Efisiensi logistik nasional saat ini masih terhambat oleh konektivitas yang belum optimal antara pusat manufaktur dengan gerbang distribusi. Hambatan biaya pengiriman jalur darat yang tinggi serta keterbatasan fasilitas khusus untuk bahan curah cair menjadi tantangan utama yang harus segera dibenahi.
"Tanpa integrasi end-to-end, penambahan armada justru dapat meningkatkan biaya tetap," kata Setijadi, Founder & CEO Supply Chain Indonesia.
Kebutuhan terhadap layanan logistik kimia cair diprediksi terus melonjak seiring masifnya program hilirisasi dan perluasan kawasan industri. Sektor strategis seperti farmasi, otomotif, hingga energi diperkirakan menjadi motor utama yang menggerakkan permintaan terhadap fasilitas penyimpanan dan distribusi khusus di masa depan.
"Kebutuhan bahan kimia tidak bisa dilayani dengan pendekatan general cargo karena memerlukan standar keselamatan, lingkungan, dan fasilitas khusus," ujar Setijadi, Founder & CEO Supply Chain Indonesia.
Sinkronisasi kebijakan antara otoritas industri, perdagangan, dan kepabeanan sangat dibutuhkan untuk menekan biaya operasional secara jangka panjang. Digitalisasi layanan serta pengembangan koridor logistik industri menjadi rekomendasi utama dalam membangun ekosistem distribusi yang lebih efisien.
"Penguatan National Logistics Ecosystem juga perlu diperluas hingga level operasional agar biaya logistik industri dapat ditekan secara berkelanjutan," tambah Setijadi, Founder & CEO Supply Chain Indonesia.