Dua Inovasi Kemendikdasmen Tembus Nominasi WSIS Prizes 2026

Dua Inovasi Kemendikdasmen Tembus Nominasi WSIS Prizes 2026
Foto: Ilustrasi Dua Inovasi Kemendikdasmen Tembus Nominasi WSIS Prizes 2026.

Super aplikasi Rumah Pendidikan milik Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berhasil mencuri perhatian dunia. Dilansir dari Detik iNET, platform ini dinilai sukses mengintegrasikan layanan pendidikan dalam satu ekosistem digital yang efisien bagi masyarakat.

Sebagai sebuah super app, Rumah Pendidikan merangkum lebih dari 950 layanan pendidikan yang sebelumnya tersebar di berbagai sistem. Kehadiran pintu digital tunggal ini memudahkan akses bagi siswa, guru, orang tua, hingga pemangku kepentingan lainnya.

Aplikasi ini dirancang untuk menyederhanakan proses administrasi dan pembelajaran tanpa perlu berpindah-pindah platform. Kemendikdasmen mencatat puluhan juta pengguna telah memanfaatkan layanan ini di seluruh penjuru Indonesia.

Layanan digital ini menjadi pilar utama dalam mewujudkan prinsip RAMAH yang diusung kementerian. Akronim tersebut merepresentasikan nilai Responsif, Akuntabel, Melayani, Adaptif, dan Harmonis dalam tata kelola pendidikan nasional.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendikdasmen, Suharti, memberikan penjelasan mengenai signifikansi pencapaian ini di kancah internasional. Transformasi digital tersebut dipandang sebagai langkah strategis untuk pemerataan mutu pendidikan.

"Pencapaian ini menjadi pengakuan internasional atas transformasi digital pendidikan Indonesia, sekaligus sejalan visi Kemendikdasmen dalam menghadirkan layanan pendidikan yang RAMAH (Responsif, Akuntabel, Melayani, Adaptif, dan Harmonis) serta mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua," ujar Suharti.

Keamanan Siber dan Dukungan Publik

Selain Rumah Pendidikan, kementerian juga memperkuat aspek keamanan siber melalui inisiatif Anugerah Bug Bounty. Program ini melibatkan partisipasi aktif dari pelajar, guru, dosen, hingga mahasiswa untuk membangun ekosistem digital yang lebih tangguh.

Kedua inovasi tersebut kini bersaing dalam ajang bergengsi ITU World Summit on the Information Society (WSIS) Prizes 2026. Penghargaan tahunan yang digelar badan PBB ini fokus pada inovasi digital yang berdampak besar bagi pembangunan berkelanjutan.

Rumah Pendidikan masuk dalam nominasi kategori C7 (e-Government), sedangkan Anugerah Bug Bounty bersaing di kategori C5 (Building Confidence and Security in the Use of ICT). Keduanya tengah berjuang menembus posisi lima besar atau Champion Projects dari 20 inovasi dunia per kategori.

Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Kemendikdasmen, Wibowo Mukti, menjelaskan langkah-langkah dukungan melalui voting publik. Masyarakat dapat berkontribusi dengan membuat akun atau masuk ke laman resmi ajang tersebut.

"Lalu, Login atau membuat akun. Selanjutnya, pilih kategori C7 - e-Government, cari Rumah Pendidikan, lalu klik Vote for this project. Kemudian, pilih kategori C5 - Building Confidence and Security in the Use of ICT. Cari Anugerah Bug Bounty, lalu klik Vote for this project," kata Wibowo Mukti.

Kesempatan untuk memberikan suara masih dibuka hingga tanggal 3 Mei 2026 pukul 23.00 UTC+02:00. Bagi masyarakat di Indonesia, batas waktu voting berakhir pada 4 Mei 2026 pukul 04.00 WIB.

"Kami mengajak seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan pendidikan memberikan dukungan melalui voting, agar inovasi Indonesia ini dapat meraih prestasi terbaik di tingkat dunia," kata Suharti.

"Setiap suara sangat berarti untuk membawa inovasi Indonesia melangkah lebih jauh di tingkat global," pungkas Suharti.

Artikel terkait

Rekomendasi