Industri Tekstil Catat Pertumbuhan dan Surplus Ekspor Sepanjang 2025

Industri Tekstil Catat Pertumbuhan dan Surplus Ekspor Sepanjang 2025
Foto: Ilustrasi Industri Tekstil Catat Pertumbuhan dan Surplus Ekspor Sepanjang 2025.

Sektor industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional berhasil mencatatkan pertumbuhan sebesar 3,55 persen secara tahunan pada Kamis (16/4/2026). Capaian positif ini dibarengi dengan nilai ekspor yang menembus angka US$ 12,08 miliar.

Berdasarkan data yang dilansir dari Detik Finance, industri ini menghasilkan surplus sebesar US$ 3,45 miliar yang didominasi oleh pengiriman pakaian jadi ke luar negeri. Selain itu, sektor TPT menarik investasi senilai Rp 20,23 triliun.

Penyerapan tenaga kerja di sektor ini mencapai 3,96 juta orang, atau setara dengan 19,48 persen dari total pekerja di industri pengolahan. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menilai pencapaian ini sebagai bukti stabilitas iklim usaha nasional.

"Dari kinerja tersebut, industri TPT juga mencerminkan masih terjaganya kepercayaan dari pihak investor untuk membawa investasinya ke Indonesia di tengah ketidakpastian geoekonomi dan geopolitik global saat ini," ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.

Pemerintah mengakui adanya hambatan operasional seperti fluktuasi harga bahan baku internasional dan gangguan pada rantai pasok global. Upaya sinergi antara regulator dan pelaku usaha terus didorong untuk memitigasi dampak dinamika pasar tersebut.

"Pemerintah terus mencermati perkembangan situasi global, termasuk dinamika perdagangan internasional, perubahan struktur rantai pasok, serta kebijakan negara-negara mitra dagang," ujar Agus Gumiwang Kartasasmita.

Menperin menyebut pameran Indo Intertex - Inatex 2026 memiliki peran krusial dalam mempertemukan pengusaha lokal dengan mitra internasional. Agenda ini diharapkan menjadi katalisator bagi perluasan investasi dan kemitraan strategis di masa depan.

"Pameran ini tidak hanya menjadi ajang untuk menampilkan inovasi, tetapi juga sebagai wadah kolaborasi yang dalam pandangan pemerintah merupakan hal positif. Lebih dari itu, pameran ini dapat menunjukkan kepada masyarakat, baik di dalam negeri maupun global, sebagai platform yang menumbuhkan optimisme bahwa industri TPT masih menjadi sektor sunrise," imbuh Agus Gumiwang Kartasasmita.

Kementerian Perindustrian tengah menyiapkan sejumlah fasilitas fiskal dan nonfiskal untuk memperkuat daya saing dari sektor hulu hingga hilir. Fokus utamanya adalah menjaga akses pasar domestik dan merespons tren permintaan produk tekstil berkelanjutan di pasar dunia.

"Kami meyakini bahwa kondisi geopolitik dan ketidakpastian pasar ini tidak akan berlangsung lama. Oleh karena itu, optimisme menjadi penting. Pelaku industri yang mampu bertahan dan resilien akan lebih cepat bangkit dan melesat ketika situasi kembali normal," tegas Agus Gumiwang Kartasasmita.

Secara keseluruhan, industri pengolahan tumbuh 5,30 persen dan melampaui pertumbuhan ekonomi nasional untuk pertama kalinya dalam 14 tahun. Sektor ini menyumbang 19,07 persen terhadap PDB nasional serta mendominasi 84,89 persen nilai ekspor total.

Ketahanan manufaktur juga terlihat dari Indeks Kepercayaan Industri (IKI) periode Maret 2026 yang berada di level 51,86. Angka tersebut menunjukkan bahwa sektor industri masih berada dalam zona ekspansi di tengah tantangan ekonomi global.

Artikel terkait

Rekomendasi