Indosat Bagikan Dividen Rp 3,58 Triliun Hasil Tahun Buku 2025

Indosat Bagikan Dividen Rp 3,58 Triliun Hasil Tahun Buku 2025
Foto: Ilustrasi Indosat Bagikan Dividen Rp 3,58 Triliun Hasil Tahun Buku 2025.

PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (ISAT) resmi mengalokasikan dividen tunai sebesar Rp 3,58 triliun untuk tahun buku 2025 melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Selasa (5/5/2026). Dilansir dari Money, nilai pembagian keuntungan tersebut setara dengan Rp 111 per lembar saham.

Total dana yang disalurkan kepada pemegang saham mencapai Rp 3.579.840.016.227 sebagai hasil dari eksekusi bisnis sepanjang tahun lalu. Manajemen menjadwalkan pembayaran dividen paling lambat dilakukan 30 hari setelah ringkasan risalah rapat diumumkan secara resmi kepada publik.

Vikram Sinha, President Director and Chief Executive Officer ISAT, menjelaskan bahwa perusahaan tetap konsisten menjalankan strategi disiplin meskipun menghadapi tantangan makroekonomi pada 2025. Penegasan arah strategis ini bertujuan untuk membangun fondasi nilai jangka panjang bagi perusahaan.

"Di Indosat, kami percaya bahwa setiap kemajuan harus menghadirkan dampak yang lebih luas dan bermakna. Fokus kami jelas mempercepat eksekusi strategi AI secara disiplin," ujar Vikram Sinha, President Director and Chief Executive Officer ISAT.

Vikram menambahkan bahwa fokus pada kecerdasan buatan diharapkan dapat memicu pertumbuhan yang berkelanjutan bagi perseroan di masa depan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi nasional melalui inovasi teknologi.

"Upaya ini kami lakukan untuk mendorong kinerja yang berujung pada pertumbuhan berkelanjutan, sekaligus menghadirkan nilai nyata bagi pemegang saham, termasuk melalui pembagian dividen. Seluruh langkah ini mencerminkan semangat dalam memberdayakan Indonesia," paparnya.

Realisasi ambisi tersebut diwujudkan melalui inisiatif AI North Star guna mendorong ekosistem kecerdasan buatan yang terintegrasi di Indonesia. Transformasi ini mengubah posisi Indosat dari sekadar penyedia layanan telekomunikasi menjadi AI-native telco yang menyasar efisiensi operasional.

Integrasi teknologi tersebut mencakup penggunaan AI hyper-personalization untuk meningkatkan pengalaman pelanggan serta optimalisasi belanja modal. Pihak manajemen mengklaim strategi ini telah memperkuat keterlibatan pengguna dan mendukung potensi pertumbuhan pendapatan dua digit.

Ekspansi layanan kini merambah sektor AI TechCo yang mencakup bidang sovereign AI, layanan cloud, hingga keamanan siber. Perusahaan juga telah menjalin kemitraan strategis dengan NVIDIA untuk memanfaatkan platform Accelerated Computing dan model AI terbuka NVIDIA Nemotron guna mendukung prioritas nasional.

Artikel terkait

Rekomendasi