Indonesia resmi menjadi tuan rumah penyelenggaraan babak final kompetisi coding dan Artificial Intelligence (AI) tingkat global bertajuk Codeavour 7.0 pada 16-17 Mei 2026. Ajang internasional yang digawangi oleh KodeKiddo ini bertujuan mencetak generasi muda nasional menjadi pencipta inovasi teknologi, sejalan dengan langkah pemerintah yang memperkuat fokus pendidikan digital sejak tahun 2025.
Gelaran puncak ini merupakan bentuk kolaborasi antara STEMPedia, Future Skills Education Foundation, dan KodeKiddo, sebagaimana dilansir dari Investor Daily. Kompetisi yang menyasar inovator muda usia 7 hingga 18 tahun tersebut mempertandingkan puluhan negara untuk menyajikan karya coding, AI, dan robotik terbaik guna memperebutkan total hadiah ribuan dollar serta berbagai penghargaan.
Apresiasi terhadap pelaksanaan ajang berskala internasional ini datang langsung dari pihak Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
"Kami mengapresiasi dan mendukung program semacam ini, coding dan kecerdasan artifisial sudah menjadi urgensi dan kurikulum pilihan di lembaga pendidikan kita. Saat ini kompetisi Coding AI Codeavour 7.0 yang menghadirkan puluhan negara berlomba untuk menyajikan karya coding AI terbaik menjadi salah satu yang terbesar yang pernah diselenggarakan di Indonesia" menerangkan Jumail , BSc, MSc, Tenaga Ahli Staf Khusus Mendikdasmen Bidang Transformasi Digital dan Kecerdasan Artifisial.
Pihak penyelenggara lokal menyatakan bahwa penunjukan ini membuktikan kepercayaan dunia terhadap kapasitas Indonesia dalam menyelenggarakan kompetisi teknologi global. Guna mempersiapkan delegasi tanah air, pendampingan intensif telah diberikan melalui lebih dari 30 cabang di Indonesia.
ÔÇ£Kita membimbing mereka untuk merealisasikan ide-ide mereka menjadi project nyata,ÔÇØ ujarnya Meilani Hendrawidjaja, Pendiri KodeKiddo.
Meilani juga menambahkan bahwa kesuksesan para siswa menjadi inovator muda tidak lepas dari peran penting serta dukungan penuh para guru, mentor, dan orang tua. Sementara itu, inisiator global melihat kompetisi ini sebagai wadah strategis bagi pelajar dalam membangun ekosistem pembelajaran yang kreatif.
ÔÇ£AI akan menjadi hal yang sangat penting,ÔÇØ ujarnya Pankaj Kumar Verma, Founder dan CEO STEMpedia.
Pankaj menjelaskan bahwa ekosistem pembelajaran yang dibangun diarahkan agar para pelajar mampu mengembangkan kreativitas sekaligus menyelesaikan berbagai persoalan di tengah masyarakat. Di sisi lain, esensi kompetisi ini dinilai lebih menitikberatkan pada aspek inovasi dan kolaborasi antarpeserta.
ÔÇ£Indonesia memiliki banyak inovasi luar biasa dari para pelajar,ÔÇØ ujarnya Pancham Chopra, Director Future Skills Education Foundation.
Pancham memilih Indonesia karena melihat banyaknya proyek inovatif serta tingginya antusiasme pelajar terhadap teknologi. Sebanyak 54 tim terbaik dari 3 kategori berhasil terpilih setelah melalui babak regional yang digelar ketat pada 11 April 2026 di 12 cabang KodeKiddo, dari total awal pendaftar mencapai 800 peserta dalam 350 tim di seluruh Indonesia.