Pemerintah Indonesia resmi menetapkan Jakarta sebagai lokasi penyelenggaraan World Conference on Creative Economy (WCCE) yang dijadwalkan berlangsung pada 21 hingga 23 Oktober 2026 mendatang. Pengumuman ini disampaikan dalam agenda peluncuran WCCE 2026 di Jakarta pada Rabu (6/5/2026) sebagai upaya memperkuat posisi ekonomi kreatif nasional di kancah global.
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, mengonfirmasi partisipasi luas dari komunitas internasional dalam ajang dua tahunan tersebut. Berdasarkan laporan dari Detik Travel, sebanyak 80 negara telah menyatakan kesediaannya untuk ikut serta dalam pertemuan besar sektor ekonomi kreatif ini.
"Ini sebuah konferensi ekonomi kreatif internasional paling besar di dunia, jadi IP ini event ini sudah berjalan yang kelima kalinya. Pertama dulu di Bali, kedua di Dubai, ketiga di Bali, keempat di Uzbekistan, dan kali ini di Jakarta," ujar Riefky, Menteri Ekonomi Kreatif.
Penyelenggaraan edisi kelima ini menjadi momentum strategis bagi Indonesia untuk menyusun arah kebijakan ekonomi kreatif dunia. Kementerian Ekonomi Kreatif menggandeng Kementerian Luar Negeri dalam menyusun dokumen kesepakatan yang ditargetkan masuk ke dalam sidang umum PBB pada tahun 2027.
Materi dalam dokumen tersebut dirancang secara inklusif dengan menyerap aspirasi dari berbagai pemangku kepentingan. Riefky menegaskan bahwa masukan dari masyarakat, pelaku industri, hingga komunitas akan menjadi fondasi utama untuk membangun ekosistem ekonomi kreatif yang lebih tangguh.
"Impact yang kita harapkan adalah bahwa peran Indonesia di peta global, peta ekonomi kreatif secara global," tegas Riefky.
Menteri Riefky juga menekankan pentingnya keberlanjutan program dari pemerintahan sebelumnya untuk menjaga reputasi bangsa. Keberhasilan pelaksanaan acara serupa di masa lalu dianggap telah memberikan landasan yang kuat bagi citra Indonesia.
"Disinilah sebetulnya sudah di inisiasi dari pemerintah sebelumnya, kita lanjutkan di sini dua event di pemerintahan selanjutnya telah membawa nama Indonesia juga semakin kuat di peta global ekonomi kreatif. Dan sekarang tentu kita akan terus perkuat lagi," lengkap Riefky.
Pemilihan Jakarta sebagai tuan rumah berkaitan erat dengan visi pengembangan wilayah tersebut sebagai pusat pertumbuhan internasional. Kapasitas Jakarta dinilai sangat memadai untuk mengakomodasi ribuan delegasi mancanegara.
"Kali ini kita tahu Jakarta punya visi untuk menjadi global city dan kali ini kita beri kesempatan untuk Jakarta sebagai host," ucap Riefky.
Gelaran WCCE 2026 di Jakarta ini mendapat dukungan penuh dari dua organisasi di bawah naungan PBB. Kemitraan strategis dijalin bersama United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD) serta World IP Organization (WIPO).