PT Indointernet Tbk (EDGE) resmi mengantongi persetujuan untuk melakukan delisting dari bursa saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada Rabu, 22 April 2026. Langkah untuk mengubah status menjadi perusahaan tertutup ini mewajibkan perseroan melaksanakan penawaran tender sukarela setelah mendapat lampu hijau dari pemegang saham independen.
Aksi korporasi tersebut dilansir dari Investortrust akan difasilitasi oleh Digital Edge Ltd selaku pemegang saham mayoritas perusahaan yang berbasis di Hong Kong. Manajemen EDGE saat ini tengah menyusun jadwal pasti pelaksanaan penawaran sembari menunggu izin resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Pernyataan resmi mengenai skema penawaran akan segera disampaikan oleh pihak pengendali dalam waktu dekat setelah koordinasi dengan regulator selesai dilakukan.
ÔÇ£Sesuai regulasi timeline berikutnya, memang terdekatnya adalah di pekan depan akan ada pernyataan dari Digital Edge Hongkong terkait voluntary tender offer tersebut,ÔÇØ sebut Dona dalam paparan publik secara virtual, Rabu (22/4/2026).
Pihak manajemen memperkirakan pengumuman detail mengenai jadwal dapat dipublikasikan pada akhir April atau awal Mei 2026. Pelaksanaan periode pertama dari penawaran tender ini ditargetkan berjalan selama satu bulan penuh demi memberikan waktu yang cukup bagi pemegang saham publik.
ÔÇ£Tanggal atau timeline masih sifatnya perkiraan. Diharapkan memang kami bisa mulai melakukan voluntary tender offer periode pertama pada pekan ketiga bulan Mei 2026, biasanya akan berlangsung selama satu bulan kemudian,ÔÇØ ungkap Dona.
Proses penawaran tender sukarela ditargetkan rampung sepenuhnya pada Juni 2026, dengan opsi pembukaan periode berikutnya jika hasil awal belum memenuhi target. Pengendali telah menetapkan harga penawaran sebesar Rp 11.500 per saham, yang mencerminkan premi 141,2 persen dari rata-rata harga tertinggi harian selama 90 hari sebelum pengumuman RUPSLB sebesar Rp 4.768.
Digital Edge (Hong Kong) Ltd siap membeli maksimal 159,59 juta lembar saham atau setara dengan 7,9 persen dari total modal ditempatkan dan disetor penuh. Pendanaan untuk pembelian saham publik ini dipastikan menggunakan kas internal perusahaan serta sumber pembiayaan lain yang sah.
Harga yang ditawarkan dinilai menjadi insentif yang sangat menguntungkan bagi para investor ritel yang ingin keluar dari kepemilikan saham perusahaan.
ÔÇ£Perkiraan timeline (tender offer) biasanya nanti akan secara detail diumumkan kembali pada akhir April atau awal Mei ini,ÔÇØ tandasnya.
Manajemen menegaskan bahwa struktur harga ini dibentuk untuk menghormati hak-hak pemegang saham minoritas dalam proses transisi korporasi. Seluruh tahapan delisting dipastikan berjalan sesuai tata kelola pasar modal yang berlaku di Indonesia.
ÔÇ£Kami melihat, ini (tender offer) sebagai kesempatan baik dan adil bagi pemegang saham publik untuk memperhitungkannya sebagai exit inisiatif, dilihat dari pricing dan preminya yang cukup tinggi,ÔÇØ pungkas Dona.