Akselerasi dekarbonisasi di sektor industri berat terus dipacu seiring meningkatnya tuntutan pengurangan emisi karbon. Pemanfaatan energi terbarukan dalam skala besar kini diintegrasikan sebagai bagian dari strategi operasional jangka panjang perusahaan, bukan sekadar inisiatif tambahan berkelanjutan.
Langkah strategis ini diperkuat oleh PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas total 71,9 MW. Seperti dilansir dari Media Indonesia, instalasi ini ditempatkan di tiga kompleks pabrik utama perusahaan, yaitu Citeureup, Cirebon, dan Tarjun, yang sekaligus menjadi kapasitas terbesar di sektor semen nasional saat ini.
Proyek PLTS tersebut diproyeksikan mampu memproduksi energi bersih lebih dari 108 juta kWh per tahun. Infrastruktur hijau ini juga ditargetkan memangkas emisi karbon hingga di atas 85 ribu ton COÔéé setiap tahun, atau setara dengan penanaman 1,4 juta pohon secara tahunan.
Bagi produsen semen ini, pembangunan pembangkit tenaga surya merupakan bagian dari peta jalan dekarbonisasi yang diterapkan secara bertahap selama beberapa tahun terakhir. Sebelum proyek ini berjalan, perusahaan telah mengimplementasikan berbagai program pengurangan emisi operasional.
Upaya tersebut mencakup pemanfaatan bahan bakar alternatif melalui refuse-derived fuel (RDF) serta optimalisasi penggunaan bahan baku alternatif. Perusahaan juga menyusun peta jalan energi rendah karbon sekaligus menelurkan berbagai inovasi produk semen yang ramah lingkungan.
Sebagai bagian dari jaringan global Heidelberg Materials, emiten berkode saham INTP ini mengadopsi standar keberlanjutan internasional ke dalam operasional domestik. Langkah ini diambil guna memastikan proses transformasi industri manufaktur tersebut tetap relevan secara global.
Direktur Indocement, Holger M├©rch, menyatakan bahwa industri semen saat ini dihadapkan pada pilihan yang terbatas untuk beralih ke sistem operasional rendah emisi.
"Pembangunan PLTS terbesar di sektor ini adalah bukti bahwa dekarbonisasi bisa dilakukan secara nyata, dalam skala besar, terukur, dan terintegrasi dengan kebutuhan operasional industri," ujarnya dalam keterangan resmi.
Sinergi Transisi Energi dan Produktivitas
Dalam mematangkan proyek energi bersih ini, perusahaan menjalin kemitraan strategis dengan SUN Energy sebagai penyedia solusi energi terbarukan. Sektor industri kini didorong agar proses transisi energi dapat berjalan beriringan dengan pemenuhan target produktivitas.
Director of Power SUN, Jefferson Kuesar, menjelaskan bahwa kolaborasi ini menjadi contoh nyata integrasi energi hijau di sektor manufaktur berat tanpa mengorbankan performa bisnis.
"Kolaborasi dengan Indocement ini menunjukkan bahwa transisi energi bisa dijalankan tanpa mengganggu produktivitas, bahkan justru memperkuat daya saing industri," katanya.
Realisasi proyek ini sekaligus menandai pergeseran pendekatan pada sektor industri nasional. Agenda keberlanjutan lingkungan kini mulai diposisikan sebagai pilar inti dari strategi bisnis serta operasional korporasi dalam jangka panjang.