PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp1,54 triliun dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun buku 2025. Dilansir dari Media Indonesia, setiap pemegang saham akan menerima sebesar Rp468 per saham.
Langkah korporasi ini melengkapi keputusan perseroan yang juga menyetujui program pembelian kembali saham (buyback). Dana maksimal yang dialokasikan untuk aksi buyback tersebut mencapai Rp750 miliar.
Sepanjang tahun buku 2025, emiten semen ini membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp2,24 triliun. Sebagian besar laba tersebut, yakni sekitar Rp1,54 triliun, dialokasikan untuk dividen, sementara sisa keuntungan akan dicatat sebagai saldo laba ditahan.
Investor yang berhak mendapatkan dividen harus terdaftar dalam Daftar Pemegang Saham pada 5 Juni 2026 pukul 16.00 WIB. Proses pembayaran dividen itu sendiri dijadwalkan bakal terealisasi mulai 19 Juni 2026.
Rapat tersebut juga menyepakati perombakan pada jajaran pengurus perusahaan. Para pemegang saham kembali memberikan kepercayaan kepada Roberto Callieri untuk menjabat sebagai Komisaris Utama.
Perubahan terjadi di jajaran direksi dengan mundurnya Hasan Imer dari jabatannya. Posisi tersebut kemudian digantikan oleh Benny Setiawan Santoso yang akan meneruskan sisa masa jabatan berjalan.
Selain itu, perusahaan mengangkat Jose Maria Magrina Vadillo sebagai Wakil Direktur Utama yang baru. Jabatan ini akan mulai efektif berlaku pada 1 September 2026.
Direktur Utama Indocement, Christian Kartawijaya menyampaikan apresiasi kepada Hasan Imer atas kontribusinya selama hampir dua dekade di perusahaan.
Menurut dia, berbagai inisiatif strategis berhasil direalisasikan selama masa kepemimpinan Hasan, termasuk pembangunan Plant 14, peningkatan kapasitas produksi di Citeureup dan Cirebon, hingga integrasi produk semen Bosowa dan Grobogan.
Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), pemegang saham turut menyetujui penarikan kembali sebagian saham hasil buyback periode 2021 dan 2022. Langkah ini dilakukan melalui skema pengurangan modal sebanyak 84,53 juta lembar saham.
Pasca-pengurangan modal tersebut, total modal ditempatkan dan disetor penuh perusahaan kini tercatat menjadi Rp1,72 triliun. Program buyback saham baru senilai Rp750 miliar sendiri akan berjalan mulai 22 Mei 2026 sampai 21 Mei 2027.
Saat ini perusahaan mengoperasikan 14 pabrik milik sendiri, serta dua pabrik dan satu grinding mill dengan status sewa. Total kapasitas produksi yang dimiliki mencapai 33,5 juta ton semen per tahun.
Perusahaan ini didukung oleh sekitar 4.100 karyawan dalam menjalankan roda bisnisnya. Berbagai merek semen yang dikelola meliputi Semen Tiga Roda, Semen Rajawali, Mortar Tiga Roda, hingga Semen Grobogan.