PT Indika Energy Tbk. (INDY) menjadwalkan pelepasan 7,5 juta lembar saham hasil pembelian kembali atau saham treasuri mulai 11 Mei hingga 5 Juli 2026. Langkah strategis ini diambil guna memenuhi regulasi Otoritas Jasa Keuangan terkait masa penyimpanan saham hasil buyback.
Keputusan korporasi ini merujuk pada pemenuhan ketentuan POJK 30/2017 mengenai pembelian kembali saham yang dikeluarkan oleh emiten atau perusahaan publik. Saham yang akan dilepas merupakan akumulasi dari aksi beli perusahaan yang dilakukan pada periode Juli 2020 silam, sebagaimana dilansir dari Market.
Corporate Secretary INDY Adi Pramono merinci bahwa unit saham tersebut berasal dari tiga kali transaksi pembelian. Secara detail, perusahaan membeli 2,3 juta saham pada 2 Juli 2020, diikuti 2,4 juta saham pada 3 Juli 2020, serta 2,8 juta saham pada 6 Juli 2020.
ÔÇ£Perseroan berencana untuk menjual kembali 7.500.000 saham Perseroan hasil pembelian kembali tanggal 2, 3 dan 6 Juli 2020 (saham treasuri),ÔÇØ kata Adi dalam keterbukaan informasi, Senin (27/4/2026).
Pihak manajemen memastikan mekanisme penjualan akan dilakukan melalui lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) maupun transaksi di luar bursa. Terkait kebijakan harga, emiten tersebut menetapkan batas bawah penjualan agar tidak merugikan nilai buku perusahaan.
Harga pelepasan dipastikan tidak lebih rendah dari harga penutupan satu hari sebelum transaksi atau rata-rata harga penutupan dalam 90 hari terakhir. Penentuan harga akhir akan mengikuti angka mana yang lebih tinggi di antara kedua indikator tersebut melalui perantara perusahaan sekuritas anggota bursa.
Meskipun terdapat perpindahan kepemilikan saham dalam jumlah besar, manajemen menjamin stabilitas operasional perusahaan tetap terjaga. Aksi ini diklaim murni bersifat administratif dan teknis sesuai mandat regulasi pasar modal.
ÔÇ£Pelaksanaan pelepasan saham treasuri ini tidak akan berdampak terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha Perseroan,ÔÇØ pungkas Adi.
Data pasar menunjukkan saham INDY mengalami penguatan sebesar 1,62 persen ke level Rp3.760 per lembar pada penutupan perdagangan Senin (27/4/2026). Secara kumulatif, performa saham emiten ini telah mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 66,37 persen sepanjang tahun berjalan 2026.