PT Indika Energy Tbk (INDY) berhasil membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 7 juta pada kuartal I-2026 yang diumumkan di Jakarta pada Kamis (21/5/2026). Capaian tersebut melonjak 141,4 persen dibandingkan laba bersih kuartal I-2025 yang senilai US$ 2,9 juta.
Pertumbuhan positif emiten energi ini dipicu peningkatan kinerja anak usahanya, Kideco, serta efisiensi biaya operasional. Pendapatan konsolidasi perseroan naik tipis 0,7 persen menjadi US$ 493,2 juta dari sebelumnya US$ 489,6 juta pada periode yang sama tahun lalu, sebagaimana dilansir dari Investasi.
Kenaikan pendapatan ditopang kontribusi Interport dan Indika Indonesia Resources, meski pendapatan Kideco turun 5,7 persen menjadi US$ 377,4 juta akibat penurunan volume penjualan dan harga jual rata-rata batubara. Kideco menyalurkan 3,1 juta ton atau 45 persen produksi untuk pasar domestik demi memenuhi Domestic Market Obligation, sedangkan 3,9 juta ton sisanya diekspor.
Sementara itu, Indika Indonesia Resources mencatat kenaikan pendapatan 38,3 persen menjadi US$ 13 juta karena peningkatan volume dagang batubara berkalori tinggi. Anak usaha lain seperti Tripatra membukukan pendapatan US$ 68,7 juta disokong proyek APA Geng North dan LNG Abadi, serta Interport Mandiri Utama meraih US$ 43,1 juta dari bisnis perdagangan bahan bakar.
Efisiensi biaya terlihat dari pemangkasan beban pokok kontrak dan penjualan sebesar 1,6 persen menjadi US$ 419,2 juta, sehingga margin laba kotor terkonsolidasi naik menjadi 15,0 persen. Di sisi lain, bagian laba entitas asosiasi turun menjadi US$ 4,5 juta akibat performa PLTU Cirebon, namun beban keuangan menyusut 8,6 persen menjadi US$ 16 juta.
Perseroan juga merealisasikan belanja modal sebesar US$ 26,2 juta yang sepenuhnya dialokasikan untuk sektor non-batubara, termasuk proyek tambang emas Awak Mas dan inisiatif bisnis hijau. Konstruksi di proyek Awak Mas sendiri telah mencapai 56,8 persen dengan total investasi terpakai sebesar US$ 288,1 juta.
"Indika Energy tetap menunjukkan ketahanan kinerja yang solid dengan membukukan laba bersih sebesar US$ 7 juta pada kuartal pertama 2026 di tengah dinamika industri energi global," ujar Direktur Utama dan Group CEO Indika Energy Azis Armand dalam keterangan resmi, Kamis (21/5/2026).
Manajemen terus memfokuskan pendanaan pada sektor non-batubara untuk mendukung program keberlanjutan. Alokasi belanja modal difokuskan pada proyek tambang emas di Awak Mas serta pengembangan ekosistem bisnis hijau perusahaan.
"Langkah ini merupakan bagian penting dari strategi jangka panjang perusahaan yang relevan dengan arah transisi energi global menuju net-zero," tandas Azis Armand.