PT Indika Energy Tbk (INDY) mengakselerasi transformasi bisnis dengan mengalokasikan 95,4 persen belanja modal tahun 2025 sebesar US$132,6 juta untuk sektor non-batubara. Langkah strategis ini mencakup penguatan ekosistem kendaraan listrik dan pengembangan tambang emas sebagai bagian dari diversifikasi jangka panjang perusahaan.
Dilansir dari Market, realisasi total belanja modal perseroan sepanjang tahun 2025 mencapai US$139,0 juta. Mayoritas dana tersebut dialirkan untuk sektor mineral, khususnya proyek Awak Mas sebesar US$100,1 juta, serta pengembangan tenaga surya melalui EMITS dan infrastruktur Interport.
Direktur Utama Indika Energy, Azis Armand, menjelaskan bahwa prioritas investasi pada sektor emas dan energi bersih bertujuan untuk menciptakan portofolio bisnis yang lebih seimbang. Fokus utama perusahaan tetap pada efisiensi operasional di tengah dinamika pasar komoditas.
"Tahun 2025 menjadi momentum penting bagi Indika Energy dalam mempercepat transisi. Dengan memprioritaskan investasi pada sektor emas dan energi bersih, kami melangkah mantap menuju struktur portofolio yang lebih tangguh dan berimbang di masa depan," ujar Azis Armand, Direktur Utama Indika Energy.
Efisiensi biaya dan transformasi portofolio menjadi kunci bagi perseroan dalam menjaga fundamental keuangan. Upaya ini dilakukan untuk memastikan keberlanjutan bisnis di masa mendatang melalui sektor-sektor yang lebih ramah lingkungan.
"Capaian laba bersih ini didukung oleh langkah strategis menurunkan beban biaya dan memperkuat fundamental keuangan," tutur Azis Armand, Direktur Utama Indika Energy.
Di sektor otomotif, Head of Corporate Communications Indika Energy, Ricky Fernando, menyatakan bahwa perusahaan terus memperluas ekosistem kendaraan listrik secara terintegrasi. Hal ini mencakup berbagai lini bisnis mulai dari kendaraan roda dua hingga armada sektor pertambangan.
ÔÇ£Di sektor kendaraan listrik (EV), kami terus memperluas ekosistem secara terintegrasi, mencakup motor listrik melalui ALVA, kendaraan listrik komersial berbasis fleet-as-a-service melalui KALISTA, distributorship untuk bus listrik, dan armada listrik untuk sektor pertambangan melalui INVI,ÔÇØ ucap Ricky Fernando, Head of Corporate Communications Indika Energy.
Perluasan ini dibuktikan dengan kolaborasi antara ALVA dan KALISTA bersama Dash Electric untuk membangun infrastruktur logistik menggunakan 500 unit motor listrik. Selain itu, lini KALISTA juga telah menjalin kerja sama penggunaan truk listrik dengan sektor industri tekstil.
Sementara untuk sektor mineral, Ricky Fernando melaporkan bahwa pengerjaan proyek tambang emas Awak Mas telah menunjukkan kemajuan signifikan hingga Februari 2026. Target operasional telah ditetapkan untuk mencapai tahap produksi emas pertama pada awal tahun 2027.
ÔÇ£Saat ini [tambang Awak Mas] berada pada tahap pengembangan lanjutan, dengan target uji coba produksi di Desember 2026 dan first gold di kuartal I/2027, seiring dengan penyelesaian konstruksi dan kesiapan operasional,ÔÇØ tutur Ricky Fernando, Head of Corporate Communications Indika Energy.
Di sisi lain, anggaran belanja modal untuk lini bisnis batubara dibatasi hanya sebesar US$6,5 juta. Dana tersebut secara khusus digunakan untuk keperluan pemeliharaan rutin di Kideco demi menjaga kelancaran operasional eksisting.