Indeks Bisnis-27 Menguat 1,13 Persen pada Pembukaan Senin Pagi

Indeks Bisnis-27 Menguat 1,13 Persen pada Pembukaan Senin Pagi
Foto: Ilustrasi Indeks Bisnis-27 Menguat 1,13 Persen pada Pembukaan Senin Pagi.

Indeks Bisnis-27 mengawali perdagangan pada Senin (4/5/2026) di zona hijau dengan kenaikan sebesar 1,13 persen ke level 463,54 setelah dilakukan proses rebalancing. Penguatan indeks hasil kerja sama dengan harian Bisnis Indonesia ini dipicu oleh performa positif sejumlah konstituen baru seperti CPIN, BRMS, dan DEWA.

Data dari IDX Mobile pada pukul 09.05 WIB menunjukkan dinamika pasar yang didominasi oleh tren positif. Dilansir dari Market, tercatat sebanyak 18 saham konstituen berada di zona hijau, sementara 7 saham mengalami penurunan harga, dan 2 saham lainnya bergerak stagnan pada awal pekan ini.

Beberapa saham unggulan mencatatkan kenaikan signifikan dalam perhitungan indeks terbaru. Saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) melonjak 3,24 persen ke posisi Rp4.140, diikuti oleh PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) yang tumbuh 3,11 persen menjadi Rp830 per lembar saham.

Emiten retail PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) turut menguat 2,88 persen ke level Rp1.250. Selain itu, saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) mencatat kenaikan 1,88 persen ke Rp3.790, serta saham PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) yang bertambah 1,81 persen menuju posisi Rp505.

Sebaliknya, terdapat sejumlah emiten yang menahan laju indeks karena berada di zona merah. Saham PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) terpantau menyusut 1,58 persen ke harga Rp1.555, disusul PT United Tractors Tbk. (UNTR) dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) yang keduanya terkoreksi 1,55 persen.

Saham PT Triputra Agro Persada Tbk. (TAPG) yang merupakan anggota baru juga mengalami pelemahan sebesar 0,95 persen ke level Rp2.080. Periode rebalancing resmi Indeks Bisnis-27 ini dijadwalkan berlangsung mulai 4 Mei 2026 hingga penutupan pada 30 Oktober 2026 mendatang.

Terdapat delapan emiten baru yang masuk dalam perhitungan indeks periode ini untuk menggantikan delapan entitas sebelumnya. Daftar emiten baru tersebut mencakup MBMA, BRMS, CPIN, ICBP, TAPG, AKRA, DEWA, dan PGAS.

Analisis dari tim riset Phintraco Sekuritas memproyeksikan pergerakan pasar pekan ini akan dipengaruhi oleh kombinasi sentimen global dan domestik. Investor global diperkirakan akan mencermati dinamika geopolitik, pembicaraan Amerika Serikat dan Iran, serta data tenaga kerja dan indikator sektor jasa AS dari ISM.

Faktor domestik juga memegang peranan penting melalui rilis indeks manufaktur PMI, neraca perdagangan, serta angka inflasi. Fokus pasar selanjutnya akan tertuju pada pengumuman data pertumbuhan ekonomi kuartal I/2026 pada 5 Mei, diikuti data cadangan devisa dan penjualan mobil pada 8 Mei 2026.

Kondisi fiskal turut menjadi perhatian setelah realisasi APBN hingga akhir Maret 2026 mencatat defisit Rp240,1 triliun atau 0,93 persen terhadap PDB. Angka ini melebar akibat lonjakan belanja negara sebesar 31,4 persen yang mencapai Rp815 triliun, sementara pendapatan negara tercatat sebesar Rp574,9 triliun.

Artikel terkait

Rekomendasi