Indeks Bisnis-27 mengalami kontraksi sebesar 2,02 persen hingga menyentuh level 471,17 pada penutupan perdagangan hari Jumat (8/5/2026). Pelemahan ini dipicu oleh rontoknya harga saham sejumlah emiten besar di sektor pertambangan mineral seperti INCO, MBMA, dan BRMS.
Data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan indeks hasil kolaborasi dengan harian Bisnis Indonesia ini berfluktuasi pada rentang 471,17 hingga 483,56 sebagaimana dilansir dari Market. Dari total 27 konstituen, mayoritas atau sebanyak 22 saham berakhir di zona merah dan hanya lima saham yang menguat.
Saham PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) mencatatkan penurunan signifikan sebesar 13,89 persen ke posisi Rp5.425 per lembar saham. Koreksi tajam juga diikuti oleh saham PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) yang merosot 11,45 persen ke level Rp580 per saham.
Tren negatif ini berlanjut pada saham PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) yang terkoreksi 10,18 persen menuju harga Rp750 per saham. Emiten lainnya yang masuk dalam jajaran pelemahan adalah DEWA yang turun 7,96 persen, UNTR melemah 7,28 persen, serta ANTM yang turun 6,44 persen.
Meskipun mayoritas melemah, beberapa saham tetap mencatatkan pertumbuhan positif pada penutupan sore ini. Saham MAPI memimpin penguatan sebesar 12,36 persen, disusul KLBF yang naik 2,22 persen, dan MIKA yang tumbuh 1,83 persen.
Secara keseluruhan, tekanan jual juga menghantam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang anjlok 2,86 persen ke posisi 6.969,39 pada Jumat (8/5/2026). Nilai transaksi di bursa mencapai Rp36,08 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 56,3 miliar saham.
Statistik pasar menunjukkan 575 saham berakhir di zona merah, sementara 133 saham menguat dan 108 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga. Total kapitalisasi pasar IHSG tercatat berada pada angka Rp12.421 triliun hingga akhir sesi perdagangan.