INA Respons Kabar Pergantian Jajaran Direksi

INA Respons Kabar Pergantian Jajaran Direksi
Foto: Ilustrasi INA Respons Kabar Pergantian Jajaran Direksi.

Indonesia Investment Authority (INA) memberikan tanggapan mengenai kabar perombakan susunan direksi pada lembaga pengelola investasi negara tersebut.

Dikutip dari Nasional, Vice President of Communications INA, Putri Dianita Ruswaldi, mengimbau masyarakat untuk menanti rilis resmi mengenai perubahan struktur manajemen di internal INA.

Pihaknya memastikan bahwa seluruh proses peralihan kepemimpinan ini dilakukan secara transpiratif tanpa ada hal yang dirahasiakan.

ÔÇ£Mohon tunggu siaran pers resmi INA dalam waktu dekat ya, akan diumumkan, tidak ada yang ditutup-tutupi,ÔÇØ ujar Putri kepada Kontan, Minggu (17/5/2026).

Menurut penjelasan Putri, pergantian pimpinan di tingkat direksi INA tengah berjalan sesuai dengan mekanisme tata kelola serta tahapan formal yang berlaku. Oleh karena itu, detail mengenai penunjukan jajaran manajemen baru baru akan dipublikasikan setelah seluruh proses administrasi resmi selesai.

ÔÇ£Transisi kepemimpinan di jajaran Direksi saat ini sedang berlangsung sesuai dengan kerangka tata kelola dan proses formal yang berlaku di INA. Informasi lebih lanjut mengenai pengangkatan tersebut akan disampaikan setelah proses formal selesai secara resmi,ÔÇØ katanya.

Putri juga menambahkan bahwa penyebaran informasi kepada publik harus melewati prosedur internal lembaga, sehingga rincian lengkap belum dapat diungkapkan saat ini.

ÔÇ£Proses pengumuman resmi kepada publik harus dijalankan berdasarkan prosedur formal yang berlaku,ÔÇØ tambahnya.

Rencana pergantian manajemen INA ini memicu perhatian publik mengenai arah kebijakan investasi serta potensi pergeseran strategi dari lembaga sovereign wealth fund Indonesia tersebut.

Toto Pranoto selaku pengamat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berpendapat bahwa perombakan pengurus INA merupakan langkah untuk mempererat sinergi dengan Danantara Indonesia Management (DIM), mengingat adanya kesamaan fungsi di antara kedua institusi.

Toto menilai masuknya figur dengan rekam jejak eksekutif BUMN dirancang untuk mempercepat integrasi antarlembaga, termasuk menyokong pembenahan BUMN lewat mekanisme asset recycling maupun tindakan korporasi lainnya demi mencegah tumpang tindih peran.

ÔÇ£Fungsi INA dan DIM hampir tumpang tindih sehingga pergantian pimpinan INA bisa dimaknai upaya lebih mendekatkan hubungan kedua lembaga,ÔÇØ kata Toto saat dikonfirmasi Kontan, Minggu (17/5/2026).

Dia menambahkan bahwa peran INA dapat mempercepat proses restrukturisasi BUMN dan aksi korporasi yang saling menguatkan.

Kendati demikian, Toto mengingatkan agar suksesi kepemimpinan ini tidak mengorbankan independensi INA yang menjadi instrumen krusial dalam memelihara kepercayaan para pemodal internasional.

ÔÇ£INA harus menjaga independensi dan tata kelola supaya kepercayaan investor asing bisa terjaga,ÔÇØ kata Toto.

Penerapan tata kelola yang kokoh dan independensi dinilai menjadi syarat mutlak agar INA tetap mendapatkan kepercayaan dari investor global di masa transisi manajemen.

Sejak pertama kali beroperasi, INA bertugas mengumpulkan dana investasi melalui skema co-investment bersama mitra global. Lembaga ini tercatat telah mengalirkan investasi lebih dari US$ 4,5 miliar ke bermacam-macam sektor usaha.

Sebelumnya beredar kabar bahwa Oki Ramadhana akan menempati posisi CEO INA untuk menggantikan Ridha Wirakusumah yang masa baktinya telah usai pada Februari lalu.

Oki mempunyai pengalaman panjang di sektor perbankan investasi, termasuk pernah memimpin Mandiri Sekuritas serta menduduki jabatan senior di HSBC Sekuritas, Morgan Stanley, dan Goldman Sachs.

Selain nama Oki, mantan Direktur Utama BRI Danareksa Sekuritas Laksono Widodo dikabarkan bakal mengisi jabatan Chief Investment Officer (CIO). Sementara posisi Chief Risk Officer (CRO) disebut akan ditempati oleh Adhiputra Tanoyo yang sebelumnya merupakan Direktur Bank Ina Perdana.

Ketiga tokoh tersebut diisukan telah mengambil sumpah jabatan pada Rabu (13/5/2026). Meski begitu, INA belum mengeluarkan pernyataan resmi terperinci karena seluruh rangkaian proses formal masih terus berjalan demi menjaga kontinuitas tugas strategis INA dalam menjaring investasi asing.

Artikel terkait

Rekomendasi