INA Proses Transisi Direksi Baru Guna Jaga Kepercayaan Investor

INA Proses Transisi Direksi Baru Guna Jaga Kepercayaan Investor
Foto: Ilustrasi INA Proses Transisi Direksi Baru Guna Jaga Kepercayaan Investor.

Indonesia Investment Authority (INA) memproses pergantian jajaran direksi sesuai prosedur internal dan tata kelola untuk menentukan arah kebijakan investasi serta memperkuat sinergi dengan lembaga investasi BUMN, seperti dilansir dari Industri kemarin.

Proses transisi kepemimpinan ini memicu perhatian pelaku pasar karena menjadi penentu penting bagi strategi investasi lembaga pengelola investasi negara tersebut ke depan. Manajemen INA memastikan tidak ada informasi yang ditutupi dan meminta publik menunggu pengumuman resmi.

Pergantian pimpinan ini juga memunculkan spekulasi mengenai penguatan hubungan INA dengan Danantara Indonesia Management karena kedua lembaga memiliki irisan fungsi dalam pengelolaan investasi dan optimalisasi aset negara.

"Mohon tunggu siaran pers resmi INA dalam waktu dekat. Akan diumumkan, tidak ada yang ditutup-tutupi," ujar Putri Dianita Ruswaldi, Vice President of Communications INA.

Menurut Putri, penyampaian informasi kepada publik harus mengikuti mekanisme formal internal sehingga detail pergantian direksi belum dapat disampaikan seluruhnya saat ini. Namun, ia menegaskan proses transisi kepemimpinan tetap berjalan sesuai kerangka tata kelola yang berlaku.

Sejumlah nama mulai beredar mengisi kursi pimpinan baru, seperti Oki Ramadhana yang disebut akan menempati posisi Chief Executive Officer menggantikan Ridha Wirakusumah karena masa jabatannya berakhir pada Februari lalu. Mantan Direktur Utama BRI Danareksa Sekuritas Laksono Widodo dikabarkan mengisi posisi Chief Investment Officer, sedangkan posisi Chief Risk Officer disebut akan ditempati Adhiputra Tanoyo yang sebelumnya menjabat Direktur Bank Ina Perdana.

Pengamat BUMN Toto Pranoto menilai masuknya figur berlatar belakang eksekutif BUMN berpotensi diarahkan untuk mempercepat konsolidasi antarlembaga investasi negara serta mendukung restrukturisasi BUMN melalui skema asset recycling maupun aksi korporasi lainnya.

"INA harus menjaga independensi dan tata kelola agar kepercayaan investor bisa tetap terjaga," kata Toto Pranoto, Pengamat BUMN.

Toto mengingatkan agar perubahan kepemimpinan ini tidak mengganggu independensi INA. Hal tersebut dikarenakan independensi menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kepercayaan investor global saat perubahan susunan direksi ini menjadi ujian dalam menyeimbangkan agenda strategis pemerintah dan kebutuhan investor asing.

Artikel terkait

Rekomendasi