BPS Catat Impor Bahan Baku Indonesia Naik Jadi US$13,77 Miliar

BPS Catat Impor Bahan Baku Indonesia Naik Jadi US$13,77 Miliar
Foto: Ilustrasi BPS Catat Impor Bahan Baku Indonesia Naik Jadi US$13,77 Miliar.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor bahan baku/penolong pada Maret 2026 mengalami kenaikan sebesar 2,15 persen secara tahunan (yoy) menjadi US$13,77 miliar. Lonjakan dari posisi US$13,48 miliar pada Maret tahun sebelumnya ini dilaporkan menjadi motor penggerak total impor nasional pada Senin (4/5/2026).

Kenaikan tersebut berkontribusi besar terhadap total nilai impor Indonesia secara keseluruhan. Dilansir dari Ekonomi, pertumbuhan pada sektor bahan baku ini memberikan andil yang signifikan dalam struktur impor bulanan yang dirilis secara resmi oleh pemerintah.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menjelaskan bahwa kelompok komoditas ini merupakan faktor krusial dalam pertumbuhan data impor secara tahunan.

ÔÇ£Nilai impor bahan baku/penolong naik 2,15% pada Maret 2026 yoy dengan andil peningkatan sebesar 1,53%,ÔÇØ kata Ateng dalam rilis berita resmi statistik BPS secara daring, Senin (4/5/2026).

Selain bahan baku, sektor barang modal juga menunjukkan performa positif dengan pertumbuhan yang lebih tinggi. Nilai impor pada kategori ini meningkat 4,98 persen, bergerak dari angka US$3,70 miliar menjadi US$3,89 miliar pada periode yang sama.

Namun, kondisi berbeda dialami oleh kelompok barang konsumsi yang justru mencatatkan koreksi cukup dalam. Nilai impor barang konsumsi merosot 10,81 persen, di mana realisasinya turun menjadi US$1,55 miliar dari sebelumnya mencapai US$1,74 miliar.

Secara kumulatif, total nilai impor Indonesia pada Maret 2026 menyentuh angka US$19,21 miliar atau tumbuh 1,51 persen dibandingkan Maret 2025 yang sebesar US$18,92 miliar. Kenaikan ini didominasi oleh impor nonmigas yang mencapai US$16,04 miliar, naik 1,54 persen dari tahun lalu.

Sektor migas juga turut menyumbang tren positif meski dengan pertumbuhan yang cenderung moderat. Nilai impor migas tercatat berada di level US$3,17 miliar, atau mengalami kenaikan tipis sebesar 1,34 persen dibandingkan realisasi periode tahun sebelumnya sebesar US$3,13 miliar.

Artikel terkait

Rekomendasi