Ikan Sapu-Sapu Terbukti Bisa Berjalan di Daratan untuk Kembali ke Air

Ikan Sapu-Sapu Terbukti Bisa Berjalan di Daratan untuk Kembali ke Air
Foto: Ilustrasi Ikan Sapu-Sapu Terbukti Bisa Berjalan di Daratan untuk Kembali ke Air.

Tindakan membuang hama ikan sapu-sapu ke daratan ternyata belum menjadi solusi efektif untuk memusnahkan spesies tersebut. Fakta mengejutkan mengungkap bahwa ikan ini mampu berjalan di darat guna kembali ke air atau mencari habitat baru.

Fenomena ini bukan sekadar kabar burung, melainkan hasil studi ilmiah dari tim peneliti Amerika Serikat. Dilansir dari Detik iNET, riset oleh Noah R Bressman, Callen H Morrison, dan Miriam A Ashley-Ross telah diterbitkan dalam Jurnal Ichthyology & Herpetology Volume 109 Issue 2 tahun 2021.

Para ilmuwan menegaskan bahwa ikan sapu-sapu bergerak di atas tanah dengan teknik yang disebut reffling. Metode ini dilakukan dengan cara mendorong tubuh mereka maju menggunakan pantulan ekor ke permukaan tanah.

Ikan dari famili Loricariidae ini dikenal sangat invasif karena menghabiskan alga yang menjadi sumber makanan bagi hewan air lainnya. Di luar habitat aslinya di Amazon, spesies yang kerap disebut ikan pleco ini telah menyebar hingga ke Florida, Amerika Serikat.

"Kulit tubuhnya memang tebal seperti baju zirah yang mengurangi fleksibilitas dibanding ikan lain. Tapi dia punya trik lain yaitu memantulkan ekor dan siripnya untuk mendorong badannya maju," kata Bressman.

Kemampuan bertahan hidup mereka di luar air juga tergolong luar biasa. Ikan sapu-sapu dilaporkan sanggup bertahan di daratan hingga durasi 20 jam berkat kulit tamengnya yang membantu menjaga kadar air dalam tubuh.

Ancaman Terhadap Ekosistem Lokal

Penelitian ini bermula dari laporan warga dan pemerintah kota di Florida yang menemukan ikan sapu-sapu di area darat. Awalnya, ikan-ikan tersebut diduga dibuang oleh pemancing atau lepas dari kolam budidaya terdekat.

Di alam liar, predator seperti burung Heron biru terkadang mencoba memangsa ikan ini. Namun, kulit keras ikan sapu-sapu membuat burung tersebut kesulitan dan seringkali membuangnya begitu saja di daratan.

Menurut Bressman, ikan yang dibuang oleh predator maupun pemancing ke pinggiran sungai tetap memiliki peluang besar untuk selamat. Hal ini memungkinkan mereka berpindah ke area air tawar baru dan memperluas sebaran invasifnya.

"Ikan ini sudah tersebar dari Eropa sampai India dan ada di Amerika yang air sungainya lebih hangat. Mereka tidak bisa hidup di air yang dingin, tapi karena perubahan iklim, air semakin hangat. Jangan membantu penyebaran ikan sapu-sapu dengan membuangnya dari akuarium ke sungai," kata Bressman.

Berdasarkan temuan ilmiah tersebut, sekadar mengeluarkan ikan sapu-sapu dari perairan tidaklah cukup untuk memutus rantai penyebarannya. Metode pemusnahan yang lebih efektif seperti penguburan atau penghancuran fisik dinilai lebih tepat untuk menangani spesies invasif ini.

Artikel terkait

Rekomendasi