IHSG Berpotensi Volatile 23 April 2026 BRI Danareksa Rekomendasikan Beli MEDC ITMG JPFA

IHSG Berpotensi Volatile 23 April 2026 BRI Danareksa Rekomendasikan Beli MEDC ITMG JPFA
Foto: Ilustrasi IHSG Berpotensi Volatile 23 April 2026 BRI Danareksa Rekomendasikan Beli MEDC ITMG JPFA.

Laju Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia diprediksi bergerak volatile dengan kecenderungan melemah pada rentang 7.300 hingga 7.460. Pola pergerakan ini dipengaruhi oleh sejumlah sentimen eksternal, stabilitas nilai tukar rupiah, serta arus keluar masuk dana asing.

Dilansir dari Investortrust, riset pagi dari BRI Danareksa Sekuritas memetakan bahwa secara teknikal indeks saham berpotensi menguji area support pada level 7.305ÔÇô7.300. Sementara itu, area resistance terdekat diproyeksikan berada pada kisaran 7.460ÔÇô7.500.

Kondisi pasar modal domestik juga membuntuti pelemahan yang terjadi di pasar saham global. Indeks Dow Jones terpantau melanjutkan penurunan sebesar 0,38 persen, yang diikuti oleh pelemahan S&P500 sebesar 0,41 persen serta koreksi pada Nasdaq sebesar 0,89 persen.

Di tengah proyeksi pergerakan indeks yang fluktuatif, BRI Danareksa Sekuritas merilis beberapa saham pilihan yang direkomendasikan beli untuk para investor. Saham-saham tersebut datang dari sektor energi hingga perunggasan.

Target harga untuk saham MEDC dipatok pada kisaran Rp 1.825 sampai Rp 1.930. Selanjutnya, saham ITMG ditargetkan bergerak pada rentang harga Rp 27.600 hingga Rp 28.200, sedangkan saham JPFA memiliki target harga di angka Rp 2.730 sampai Rp 2.830.

Kilas Balik Performa Pasar Sebelumnya

Pada perdagangan sehari sebelumnya, performa pasar modal domestik mencatatkan raport merah yang cukup dalam. IHSG ditutup anjlok sebanyak 163 poin atau merosot 2,16 persen menuju level 7.378.

Koreksi tajam tersebut berbarengan dengan aksi pemodal internasional yang membukukan penjualan bersih atau net sell mencapai Rp 978,65 miliar. Saham BBRI dan BMRI menjadi dua komoditas yang paling banyak dilepas oleh investor asing.

Pemicu utama kejatuhan indeks ini adalah pelemahan yang melanda seluruh sektor saham, meliputi industri, energi, consumer primer, dan consumer non-primer. Tekanan jual yang tinggi juga menimpa sektor keuangan, teknologi, hingga infrastruktur.

Deretan Saham yang Melesat Tajam

Kendati indeks acuan mengalami tekanan hebat, beberapa saham justru berhasil menorehkan lonjakan harga yang signifikan hingga terkena penolakan otomatis batas atas atau auto reject atas.

Saham KOBX melesat 34,43 persen ke angka Rp 246, sementara saham MAXI melonjak 33,96 persen menjadi Rp 71. Tren ARA ini juga diikuti oleh SKBM yang naik 25 persen ke level Rp 800, WBSA yang menguat 24,88 persen menjadi Rp 1.330, serta PGLI yang naik 24,53 persen menuju Rp 264.

Di luar barisan saham yang menyentuh batas ARA, beberapa emiten lain tetap mampu mencatatkan pertumbuhan dua digit. Saham BAIK terpantau menguat sebesar 20,91 persen ke posisi Rp 665 dan saham ALII terapresiasi sebesar 14,44 persen menjadi Rp 1.030.

Artikel terkait

Rekomendasi