IHSG Bursa Efek Indonesia Turun Tipis ke Level 7.091

IHSG Bursa Efek Indonesia Turun Tipis ke Level 7.091
Foto: Ilustrasi IHSG Bursa Efek Indonesia Turun Tipis ke Level 7.091.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah tipis sebesar 5,39 poin atau 0,08 persen ke level 7.091 pada Senin (30/3/2026). Pergerakan indeks yang fluktuatif sepanjang hari tersebut tercatat berada pada rentang 6.945 hingga 7.097 dengan nilai transaksi mencapai Rp 13,20 triliun.

Kondisi pasar modal domestik ini bergerak searah dengan pelemahan mayoritas bursa saham di Asia, termasuk Nikkei, Hang Seng, Kospi, dan Strait Times Singapura, sebagaimana dilansir dari Investortrust. Tekanan utama terhadap indeks dipicu oleh penurunan performa saham di sektor keuangan, infrastruktur, properti, dan material dasar.

Sektor perbankan menjadi penekan utama hari ini melalui pelemahan saham-saham unggulan seperti BBCA, BMRI, BBRI, dan BBNI. Selain itu, emiten lain yang turut memberikan tekanan pada pergerakan indeks meliputi saham INCO, MORA, HRTA, hingga CMRY.

Sebaliknya, beberapa saham berkapitalisasi besar bertindak sebagai penahan pelemahan lebih lanjut, di antaranya DCII, DSSA, MLPT, ITMG, dan AADI. Di tengah tren penurunan, sejumlah saham justru mencatatkan lonjakan harga yang signifikan hingga menyentuh batas auto reject atas (ARA).

Saham GSMF memimpin penguatan dengan kenaikan 34,44 persen ke level Rp 121, disusul NZIA yang meningkat 34,02 persen menjadi Rp 260. Emiten lain yang menguat tajam meliputi RGAS sebesar 29,41 persen, AGII 17,65 persen, YPAS 16,54 persen, ELPI 15,28 persen, dan PRDA 12,40 persen.

Berdasarkan statistik mingguan Bursa Efek Indonesia, performa IHSG dalam sepekan terakhir mengalami koreksi tipis sebesar 9,78 poin atau 0,14 persen. Penurunan ini menyebabkan nilai kapitalisasi pasar di BEI menyusut sebesar Rp 30 triliun menjadi Rp 12.516 triliun.

Indeks sempat menguat lebih dari 1,8 persen pada hari pertama perdagangan setelah libur panjang Lebaran, namun berbalik arah pada sesi perdagangan Kamis dan Jumat. Rentang pergerakan indeks sepanjang pekan ini berada di level 7.097 hingga 7.323.

Sejumlah saham dengan kapitalisasi besar menjadi pemicu tekanan indeks dalam sepekan terakhir, termasuk BBNI yang anjlok 11,16 persen dan EMAS sebesar 10,53 persen. Saham lainnya seperti BREN turun 4,74 persen, DCII 4,16 persen, serta BBRI yang melemah 1,72 persen.

Artikel terkait

Rekomendasi