IHSG Sesi I Meningkat ke Level 7.636 di Tengah Pelemahan Bursa Asia

IHSG Sesi I Meningkat ke Level 7.636 di Tengah Pelemahan Bursa Asia
Foto: Ilustrasi IHSG Sesi I Meningkat ke Level 7.636 di Tengah Pelemahan Bursa Asia.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada sesi I Jumat (17/4/2026) ditutup meningkat 15,51 poin atau 0,20 persen ke level 7.636. Penguatan indeks domestik ini bergerak berlawanan arah dengan mayoritas pasar saham Asia yang justru terpantau mengalami penurunan.

Pergerakan indeks berada pada rentang 7.613 hingga 7.673 dengan mencatatkan nilai transaksi mencapai Rp 7,22 triliun, seperti dilansir dari Investortrust. Kenaikan bursa didorong oleh performa positif sejumlah sektor penopang, meliputi sektor material dasar, industri, energi, consumer non-primer, teknologi, serta transportasi.

Sebaliknya, koreksi melanda beberapa sektor lain seperti saham sektor keuangan, consumer primer, dan kesehatan. Sejumlah saham mencatatkan lonjakan harga signifikan hingga menyentuh batas auto reject atas (ARA), yang dipimpin oleh saham AGAR dengan kenaikan 25 persen menjadi Rp 280 dan WBSA yang melesat 24,55 persen ke posisi Rp 685.

Kenaikan signifikan hingga ARA juga dialami oleh saham KETR yang menguat 24,44 persen menjadi Rp 555, MLPT naik 19,98 persen menjadi Rp 34.975, serta POLU yang meningkat 19,97 persen menjadi Rp 17.425. Selain itu, terdapat saham DEFI yang menguat 31,40 persen ke posisi Rp 158, NIRO naik 27,37 persen ke Rp 242, FISH menguat 23,14 persen ke Rp 3.140, dan PADA menguat 20,67 persen menjadi Rp 181.

Performa hari ini membalikkan arah pergerakan dari hari sebelumnya, Kamis (16/4/2026), saat IHSG ditutup melemah tipis 2,21 poin atau 0,03 persen ke level 7.621. Pelemahan tersebut diwarnai oleh aksi jual bersih (net sell) oleh investor asing dengan nilai total mencapai Rp 982,31 miliar.

Aksi jual bersih investor asing terbesar pada hari Kamis bertumpu pada saham BBCA senilai Rp 369 miliar, disusul saham BBRI sebesar Rp 302,50 miar, dan saham BMRI sebanyak Rp 160,01 miliar. Penurunan indeks kala itu dipicu oleh melemahnya sektor material dasar, energi, consumer primer, properti, dan infrastruktur, sementara sektor transportasi, kesehatan, dan keuangan bergerak naik.

Pada perdagangan Kamis, beberapa saham juga terpantau mencetak ARA, yakni DEFI yang melesat 34,44 persen menjadi Rp 121, KRYA naik 34,33 persen menjadi Rp 90, dan LABA menguat 34,19 persen menjadi Rp 157. Lonjakan hingga batas atas tersebut juga dialami oleh WBSA sebesar 25 persen ke Rp 550, BFIN naik 24,83 persen ke Rp 905, SMDM naik 24,79 persen ke Rp 730, BIKE menguat 24,55 persen ke Rp 685, SOTS naik 24,62 persen ke Rp 1.215, serta MLPT yang menguat 19,96 persen ke posisi Rp 29.150.

Artikel terkait

Rekomendasi