Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) berhasil berbalik arah ke zona hijau pada penutupan sesi I, Rabu (29/4/2026). Dikutip dari Investortrust, indeks tercatat menguat tipis sebesar 9,24 poin atau 0,12% ke level 7.080.
Sepanjang paruh pertama perdagangan, indeks bergerak pada rentang 7.063 hingga 7.126. Total nilai transaksi yang dibukukan oleh para pelaku pasar mencapai Rp 7,98 triliun.
Pembalikan arah indeks didorong oleh performa positif sejumlah sektor. Sektor industri memimpin penguatan sebesar 2,67%, diikuti sektor teknologi yang naik 1,48%, serta sektor consumer non primer sebesar 1,08%. Selain itu, sektor keuangan meningkat 0,90% dan sektor transportasi terapresiasi 0,61%, sementara sektor lainnya mengalami pelemahan.
Beberapa saham membukukan lonjakan harga yang signifikan pada sesi I. Saham INOV melesat 30,65% menjadi Rp 162, TOOL meningkat 28,57% ke level Rp 90, dan GDST menguat 27,18% menuju Rp 131.
Lonjakan hingga menyentuh batas Auto Reject Atas (ARA) juga dialami oleh saham KONI yang melambung 24,89% ke Rp 2.960. Saham BLUE turut melesat 24,78% menjadi Rp 4.180, serta BDMN naik 21,89% ke posisi Rp 4.510.
Kondisi Pasar Sebelumnya
Pada perdagangan hari sebelumnya, IHSG ditutup mengalami tekanan sebesar 34,13 poin atau 0,48% ke level 7.072. Investor asing membukukan aksi jual bersih atau net sell senilai Rp 2,34 triliun di seluruh pasar.
Penjualan bersih tersebut paling besar disumbang oleh saham BSDE yang mencapai Rp 1,5 triliun di pasar negosiasi. Hal ini terjadi setelah adanya transaksi persilangan atau crossing saham dari investor asing ke pemodal domestik.
Pelemahan indeks pada hari sebelumnya berjalan selaras dengan jatuhnya mayoritas bursa saham di Asia. Kondisi tersebut juga dipicu oleh kemerosotan sejumlah saham dengan kapitalisasi pasar besar seperti AMMN, DSSA, TPIA, INKP, MBSS, ADRO, AADI, dan BREN, di samping tekanan dari saham MLPT serta PGUN.
Faktor Penekan Indeks
Untuk perdagangan hari ini, tekanan utama pada indeks sebenarnya datang dari pelemahan mayoritas sektor saham. Beberapa sektor yang terkoreksi meliputi material dasar, consumer primer, consumer non primer, teknologi, infrastruktur, hingga transportasi. Namun, indeks terselamatkan oleh kenaikan saham di sektor keuangan, properti, dan industri.
Di sisi lain, meski bursa sempat berada di zona merah, sejumlah saham tetap berhasil menembus batas ARA. Saham KOCI menguat 34,82% ke level Rp 151, ESIP naik 34,75% menjadi Rp 159, dan PPRE meningkat 34,75% ke posisi Rp 159.
Kenaikan serupa juga dicatatkan oleh LMPI yang menguat 34,67% menjadi Rp 202, KJEN naik 34,43% ke Rp 164, LUCK terapresiasi 34,29% ke level Rp 141, LPAD terangkat 34,21% menuju Rp 102, serta KONI yang menguat 24,74% ke harga Rp 2.370.