Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) berhasil berbalik menguat pada penutupan perdagangan Rabu (29/4/2026). Dilansir dari Investortrust, indeks naik sebesar 28,84 poin atau 0,41 persen ke level 7.101.
Aktivitas perdagangan hari ini bergerak pada rentang 7.063 hingga 7.126. Total nilai transaksi yang dibukukan oleh para pelaku pasar mencapai Rp 14,20 triliun.
Laju penguatan indeks ditopang oleh pergerakan positif sejumlah sektor saham. Sektor industri memimpin kenaikan sebesar 2,41 persen, diikuti sektor infrastruktur sebesar 1,48 persen, dan sektor teknologi yang menguat 1,45 persen.
Sektor lain yang turut menghijau adalah consumer non primer sebesar 1,08 persen, sektor keuangan sebesar 1,04 persen, serta sektor energi yang naik 0,45 persen. Sektor properti dan transportasi juga tumbuh masing-masing 0,39 persen dan 0,31 persen.
Seiring penguatan tersebut, beberapa emiten mencatatkan lonjakan harga hingga terkena auto reject atas (ARA). Saham INOV melesat 34,68 persen ke level Rp 167, saham TOOL menguat 34,29 persen ke posisi Rp 94, dan saham KONI melonjak 24,89 persen menjadi Rp 2.960.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan perdagangan hari sebelumnya, di mana IHSG melemah 34,13 poin atau 0,48 persen ke posisi 7.072. Investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net sell) senilai Rp 2,34 triliun di seluruh pasar.
Saham BSDE menjadi penyumbang terbesar net sell asing dengan nilai mencapai Rp 1,5 triliun di pasar negosiasi melalui mekanisme crossing saham dari pemodal asing ke investor domestik.
Koreksi yang terjadi pada hari sebelumnya selaras dengan pelemahan mayoritas bursa saham di Asia. Penurunan tersebut juga dipicu oleh anjloknya harga saham-saham dengan kapitalisasi besar (big cap).
Sejumlah saham big cap yang menekan indeks saat itu meliputi AMMN, DSSA, TPIA, INKP, MBSS, ADRO, AADI, dan BREN. Tekanan tambahan bagi pergerakan indeks juga datang dari pelemahan saham MLPT serta PGUN.
Pada perdagangan kemarin, mayoritas sektor saham sebenarnya menjadi penekan utama indeks, mulai dari material dasar, consumer non primer, consumer primer, teknologi, infrastruktur, hingga transportasi. Sebaliknya, hanya saham sektor keuangan, properti, dan industri yang menguat.
Meski pasar sempat berada di zona merah, beberapa saham tetap mencetak kenaikan hingga ARA. Emiten tersebut adalah KOCI yang menguat 34,82 persen ke Rp 151, serta ESIP dan PPRE yang kompak naik 34,75 persen ke posisi Rp 159.
Selain itu, saham LMPI terkerek 34,67 persen menjadi Rp 202, KJEN naik 34,43 persen ke Rp 164, LUCK meningkat 34,29 persen ke Rp 141, LPAD terangkat 34,21 persen ke Rp 102, dan KONI naik 24,74 persen menuju level Rp 2.370.