Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berhasil bangkit dan ditutup menguat pada perdagangan Rabu (29/4/2026). Dilansir dari Investortrust, indeks naik sebanyak 28,84 poin atau 0,41 persen ke level 7.101.
Meskipun indeks mengalami penguatan, investor asing justru membukukan penjualan bersih atau net sell yang cukup besar. Nilai penjualan bersih tersebut mencapai Rp 1,19 triliun di seluruh pasar.
Aksi jual oleh investor asing kembali menyasar sejumlah saham di sektor perbankan dan komoditas. Saham BMRI mencatatkan net sell senilai Rp 443,80 miliar, diikuti BBCA sebesar Rp 307,73 miliar.
Selain itu, saham SONA juga mengalami penjualan bersih senilai Rp 205,73 miliar. Saham perbankan lainnya, BBRI, mencatat net sell sebanyak Rp 69,54 miliar, serta ANTM sebanyak Rp 67,77 miliar.Di sisi lain, beberapa saham justru menjadi buruan investor asing melalui aksi pembelian bersih atau net buy. Saham AADI memimpin dengan net buy mencapai Rp 54,43 miliar, disusul BBNI senilai Rp 38,13 miliar.
Investor asing juga mengoleksi saham TINS dengan nilai Rp 30,96 miliar. Saham ITMG dan TAPG turut mencatatkan pembelian bersih masing-masing sebesar Rp 26,92 miliar dan Rp 23,27 miliar.
Laju penguatan indeks hari ini ditopang oleh pertumbuhan di berbagai sektor saham. Sektor industri memimpin penguatan sebesar 2,41 persen, disusul sektor infrastruktur yang naik 1,48 persen.
Sektor teknologi juga menguat 1,45 persen, diikuti sektor consumer non primer sebesar 1,08 persen. Sektor keuangan naik 1,04 persen, sektor energi 0,45 persen, sektor properti 0,39 persen, dan transportasi 0,31 persen.
Beberapa saham bahkan mencatatkan lonjakan harga yang sangat pesat hingga menyentuh batas Auto Reject Atas (ARA). Saham INOV melesat 34,68 persen menjadi Rp 167 per lembar saham.
Kenaikan signifikan juga dialami saham TOOL yang menguat 34,29 persen menuju level Rp 94. Saham KONI bertambah 24,89 persen sehingga ditutup pada posisi Rp 2.960.
Pergerakan ini berbanding terbalik dengan kondisi satu hari sebelumnya, di mana indeks ditutup melemah 34,13 poin atau 0,48 persen ke level 7.072. Saat itu, investor asing mencatatkan net sell senilai Rp 2,34 triliun.
Penjualan bersih yang besar pada hari sebelumnya dipicu oleh transaksi saham BSDE senilai Rp 1,5 triliun di pasar negosiasi. Transaksi ini terjadi melalui mekanisme crossing saham dari pemodal asing ke investor domestik.
Pelemahan indeks pada hari kemarin juga terjadi bersamaan dengan penurunan mayoritas bursa saham di Asia. Situasi tersebut diperparah oleh merosotnya harga sejumlah saham dengan kapitalisasi pasar besar atau big cap.
Beberapa saham big cap yang menekan indeks saat itu meliputi AMMN, DSSA, TPIA, INKP, MBSS, ADRO, AADI, dan BREN. Tekanan koreksi pada perdagangan hari sebelumnya juga datang dari penurunan saham MLPT dan PGUN.