Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) berhasil bangkit pada perdagangan Senin (25/5/2026). Dilansir dari Investortrust, indeks ditutup menguat sebesar 44,31 poin atau 0,72 persen ke level 6.206.
Meskipun indeks mengalami rebound, investor asing justru mendadak melakukan aksi jual bersih (net sell). Nilai penjualan bersih oleh pemodal internasional tersebut mencapai Rp 2,22 triliun dalam satu hari perdagangan.
Aksi lepas saham oleh investor asing paling banyak melanda saham BMRI dengan nilai mencapai Rp 248,64 miliar. Saham AMMN menyusul di posisi kedua dengan catatan net sell sebesar Rp 226,20 miliar.
Beberapa saham lain yang juga banyak dilepas asing adalah AMRT senilai Rp 161,11 miliar dan BUMI sebesar Rp 160,73 miliar. Sementara itu, saham ANTM mencatatkan penjualan bersih oleh asing senilai Rp 121,80 miliar.
Di sisi lain, beberapa saham justru menjadi buruan investor asing melalui aksi beli bersih (net buy). Saham BBRI memimpin dengan net buy mencapai Rp 114,19 miliar, diikuti oleh MDKA senilai Rp 112,19 miliar.
Investor asing juga mengoleksi saham BBCA dengan nilai pembelian bersih Rp 64,63 miliar. Saham UNTR dan DMAS turut mencatatkan net buy masing-masing sebesar Rp 26,04 miliar dan Rp 13,970 miliar.
Laju penguatan indeks pada perdagangan kali ini ditopang oleh performa solid dari saham-saham perbankan berkapitalisasi besar. Saham BBRI menguat 3,93 persen ke posisi Rp 3.170, sedangkan BBCA naik 3,39 persen menjadi Rp 6.100.
Saham BMRI mencatatkan kenaikan 2,43 persen ke level Rp 4.220, sementara BBNI meningkat 2,91 persen ke Rp 3.890. Kenaikan tertinggi di sektor ini dibukukan oleh BRIS yang melonjak hingga 9,01 persen menjadi Rp 1.935.
Sebaliknya, pergerakan IHSG hari ini sempat tertahan oleh koreksi beberapa saham. Saham TPIA dan DSSA menjadi penekan utama yang menahan laju penguatan indeks lebih lanjut.
Secara sektoral, mayoritas sektor saham bergerak di zona hijau. Sektor transportasi memimpin penguatan sebesar 3,82 persen, disusul oleh sektor keuangan yang naik 1,42 persen.
Sektor konsumer primer juga mengalami peningkatan sebesar 1,09 persen. Sektor industri tumbuh 0,79 persen dan sektor properti menguat 0,77 persen, sedangkan sektor energi dan material dasar mengalami pelemahan.
Sejumlah saham mencatatkan lonjakan harga yang signifikan pada hari ini. Saham GRIA melesat 34,48 persen ke Rp 156, diikuti oleh LAJU yang naik 28,33 persen menjadi Rp 77.
Saham TALF tercatat menguat 25 persen ke posisi Rp 975. Sementara itu, saham RONY mengalami kenaikan sebesar 24,88 persen menjadi Rp 1.305 dan BBHI meningkat 24,84 persen ke Rp 980.
Rebound yang terjadi hari ini menjadi angin segar setelah tekanan berat pada pekan lalu. Sepanjang minggu lalu, IHSG merosot tajam hingga 561,27 poin atau setara 8,35 persen ke level 6.162,04.
Koreksi dalam tersebut bahkan sempat membawa indeks menyentuh level terendahnya di angka 5.966. Akibat penurunan pekan lalu, kapitalisasi pasar bursa menguap sebanyak Rp 1.190 triliun atau susut 10,07 persen menjadi Rp 11.825 triliun dalam lima hari perdagangan.