IHSG Diprediksi Menghadapi Volatilitas Tinggi Pekan Ini

IHSG Diprediksi Menghadapi Volatilitas Tinggi Pekan Ini
Foto: Ilustrasi IHSG Diprediksi Menghadapi Volatilitas Tinggi Pekan Ini.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia diproyeksikan masih mengalami volatilitas tinggi pada perdagangan tanggal 19 hingga 22 Mei 2026. Pergerakan ini dipengaruhi oleh fokus pasar terhadap implementasi rebalancing indeks MSCI menjelang tanggal efektif pada 29 Mei 2026, sebagaimana dilansir dari Investor Daily.

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) Imam Gunadi menjelaskan bahwa tekanan pasar diperkirakan masih cukup besar. Kondisi tersebut utamanya akan terlihat pada sesi closing auction yang sering menjadi momentum utama penyesuaian portofolio bagi investor institusi global.

Meskipun terdapat potensi aliran dana asing yang keluar, peluang masuknya dana asing dinilai masih terbuka untuk beberapa saham. Saham-saham yang diperkirakan mengalami kenaikan bobot indeks MSCI antara lain BMRI, BRMS, PGAS, ADRO, INDF, MTEL, dan TOWR.

ÔÇ£Pasar juga mulai mengantisipasi potensi upgrade Korea Selatan dari Emerging Market menjadi Developed Market oleh MSCI yang dalam jangka menengah dapat membuka peluang reallocation flow ke pasar emerging termasuk Indonesia,ÔÇØ ujar Imam dalam risetnya, Senin (18/5/2026).

Berdasarkan analisis teknikal, IHSG saat ini masih berada dalam fase bearish dengan perkiraan area support berikutnya pada rentang 6.640 hingga 6.538. Walaupun indikator teknikal mulai memperlihatkan tanda kelelahan tren turun, sinyal pembalikan arah atau reversal masih belum terkonfirmasi.

Oleh karena itu, pendekatan defensif dianggap sebagai strategi yang paling relevan untuk diterapkan oleh para pelaku pasar dalam jangka pendek.

ÔÇ£Tekanan pasar saat ini lebih mencerminkan faktor teknikal dan mekanisme global rebalancing dibandingkan deteriorasi fundamental ekonomi domestik secara struktural,ÔÇØ jelas Imam.

Indo Premier Sekuritas mencatat fundamental ekonomi Indonesia masih kokoh dengan pertumbuhan produk domestik bruto sebesar 5,61 persen pada kuartal I-2026. Namun, tingkat volatilitas pasar diperkirakan tetap tinggi sampai arus dana asing mulai stabil setelah tanggal efektif rebalancing MSCI.

Artikel terkait

Rekomendasi