IHSG Berpotensi Menguat Menuju Level 7.148 pada Selasa Ini

IHSG Berpotensi Menguat Menuju Level 7.148 pada Selasa Ini
Foto: Ilustrasi IHSG Berpotensi Menguat Menuju Level 7.148 pada Selasa Ini.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia diproyeksikan mengalami penguatan pada Selasa (31/3/2026) dengan target pergerakan di rentang 7.022 hingga 7.148. Prediksi ini muncul setelah indeks ditutup melemah tipis pada perdagangan hari sebelumnya di tengah aksi jual bersih investor asing.

Analisis teknikal menunjukkan indikasi pembalikan arah bagi pergerakan indeks hari ini. Berdasarkan riset Reliance Sekuritas yang dilansir dari Investortrust, pola grafik terakhir menunjukkan posisi yang siap untuk bangkit kembali meski berada di bawah rata-rata pergerakan tertentu.

"Dengan pola ini, kami memprediksi IHSG akan mengalami penguatan dengan saham pilihan AALI, TOBA, INDF, dan PTRO," tulis Reliance Sekuritas dalam riset pagi ini.

Pihak sekuritas merekomendasikan pembelian untuk sejumlah saham emiten seperti AALI dengan target harga Rp 8.700 dan TOBA pada level Rp 685. Selain itu, INDF dipatok pada target Rp 6.700, sementara PTRO direkomendasikan dengan target harga Rp 5.300.

Kondisi pasar global memberikan pengaruh beragam terhadap laju indeks domestik. Bursa Wall Street di Amerika Serikat tercatat ditutup mayoritas menguat karena meredanya aksi jual obligasi, namun pasar saham Asia seperti Nikkei 225 dan Kospi justru dibuka melemah pada pagi ini.

Pada perdagangan Senin, IHSG terkoreksi sebesar 5,39 poin atau 0,08 persen ke level 7.091. Berdasarkan data perdagangan, investor asing melakukan aksi jual bersih senilai Rp 686,12 miliar, dengan tekanan jual terbesar terjadi pada saham-saham perbankan seperti BBRI, BBCA, dan BMRI.

Pelemahan indeks kemarin didorong oleh merosotnya harga saham bank papan atas serta emiten lain seperti INCO dan MORA. Namun, penurunan tersebut tertahan oleh penguatan sejumlah saham berkapitalisasi besar lainnya, termasuk DCII, DSSA, dan MLPT.

Meskipun indeks secara keseluruhan melemah tipis, beberapa saham mencatatkan kenaikan signifikan hingga menyentuh batas auto reject atas (ARA). Saham GSMF melonjak 34,44 persen menjadi Rp 121, sementara NZIA melesat 34,02 persen ke posisi harga Rp 260 per lembar saham.

Artikel terkait

Rekomendasi