IHSG Diprediksi Melemah ke Level Support 6.900 pada Senin 11 Mei

IHSG Diprediksi Melemah ke Level Support 6.900 pada Senin 11 Mei
Foto: Ilustrasi IHSG Diprediksi Melemah ke Level Support 6.900 pada Senin 11 Mei.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan mengalami tekanan menuju level support 6.900 hingga 6.920 pada perdagangan hari Senin (11/5/2026). Prediksi pelemahan ini menyusul koreksi signifikan sebesar 2,86 persen yang dialami indeks komposit pada penutupan pekan sebelumnya menurut data dari Market.

Analis BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, menjelaskan bahwa pergerakan indeks pekan ini dipengaruhi oleh antisipasi investor terhadap rilis data ekonomi domestik serta kebijakan sektoral. Selain menguji level dukungan teknikal, pasar modal akan memantau dinamika terkait aturan royalti mineral dan perubahan komposisi indeks global.

"Secara teknikal, IHSG akan menguji level support pentingnya pada 6.900ÔÇö6.920. Pasar akan terus mencermati perkembangan isu kenaikan royalti mineral sembari menunggu beberapa rilis data penting seperti consumer confidence Indonesia dan pengumuman rebalancing MSCI di 12 Mei 2026," kata Reza dalam riset hariannya, Senin (11/5/2026).

Penurunan IHSG pada akhir pekan lalu membawa indeks parkir di posisi 6.969,39, meski secara akumulasi mingguan masih mencatatkan penguatan tipis 0,18 persen. Meskipun tren indeks cenderung melemah, beberapa emiten seperti PT Map Aktif Adiperkasa Tbk. (MAPA), PT Panin Financial Tbk. (PNLF), dan PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (BDMN) dinilai masih memiliki potensi penguatan.

Sebaliknya, saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) justru mendapatkan rekomendasi jual karena berada dalam tren penurunan. Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia sendiri tercatat masih tumbuh 0,19 persen menjadi Rp12.406 triliun dibandingkan pekan sebelumnya yang berada di angka Rp12.382 triliun.

Beberapa emiten besar tercatat menjadi penekan utama laju indeks atau top laggards selama sepekan terakhir. Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) memimpin tekanan terhadap IHSG sebesar 27,04 poin, diikuti oleh DSSA yang memberikan beban sebesar 26,90 poin.

Kinerja emiten sektor energi terbarukan juga terpantau terkoreksi, di mana saham PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) turut menekan indeks sebesar 13,28 poin. Pergerakan pasar selanjutnya akan sangat bergantung pada rilis data kepercayaan konsumen dan pengumuman rebalancing indeks MSCI pada Selasa besok.

Artikel terkait

Rekomendasi