IHSG Berpotensi Bergerak Terbatas pada Perdagangan Kamis

IHSG Berpotensi Bergerak Terbatas pada Perdagangan Kamis
Foto: Ilustrasi IHSG Berpotensi Bergerak Terbatas pada Perdagangan Kamis.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan mengalami pergerakan yang terbatas dalam sesi perdagangan pada Kamis (7/5/2026). Dilansir dari Market, tren ini terjadi setelah indeks berhasil mencatatkan penguatan tipis sebesar 0,50 persen ke posisi 7.092,46 pada penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda menilai bahwa secara teknikal laju indeks saat ini sudah mendekati wilayah titik hambat atau resistance. Kondisi ini menyusul upaya pemulihan harga yang sempat terjadi di lantai bursa pada Rabu kemarin.

"Support berada di kisaran 6.920ÔÇô7.000, sementara resistance di area 7.100ÔÇô7.160. Pasar juga akan mencermati perkembangan geopolitik serta pergerakan rupiah menjelang rilis data cadangan devisa akhir pekan ini," katanya Reza Diofanda, Analis BRI Danareksa Sekuritas.

Pergerakan indeks pada hari Rabu (6/5/2026) sebenarnya dibayangi oleh aksi jual bersih oleh investor asing yang mencapai Rp484 miliar di pasar reguler. Namun, sentimen positif dari data pertumbuhan ekonomi nasional yang melampaui ekspektasi berhasil menjaga posisi indeks di zona hijau.

Data Bursa Efek Indonesia mencatat sebanyak 341 saham mengalami kenaikan harga, berbanding dengan 290 saham yang melemah dan 186 saham bergerak stagnan. Total kapitalisasi pasar di bursa pada saat itu menyentuh angka Rp12.728 triliun.

Dalam tinjauan terhadap emiten spesifik, Reza memberikan catatan khusus mengenai prospek beberapa perusahaan untuk perdagangan hari ini. Ia menyoroti potensi pergerakan pada saham sektor industri dan properti.

"Target harga Rp955ÔÇöRp995 dan stop loss pada area kurang dari Rp925," ujar Reza Diofanda, Analis BRI Danareksa Sekuritas saat merekomendasikan saham PT ESSA Industries Indonesia Tbk. (ESSA).

Selain ESSA, analis juga melihat peluang pada saham PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) dan PT DMS Propertindo Tbk. (KOTA). Sebaliknya, terdapat pandangan berbeda untuk emiten di sektor kesehatan karena tren pergerakan harganya yang masih tertekan.

"Target harga Rp1.895ÔÇöRp2.120 dan stop loss pada area kurang dari Rp1.650; dan saham PT DMS Propertindo Tbk. (KOTA) pada target harga Rp167ÔÇöRp176 dan stop loss pada area kurang dari Rp150," kata Reza Diofanda, Analis BRI Danareksa Sekuritas.

Mengenai saham PT Medikaloka Hermina Tbk. (HEAL), analis menyarankan tindakan pelepasan aset atau sell. Hal ini didasari oleh volume perdagangan yang masih menunjukkan tren penurunan secara signifikan.

"Pergerakan saham HEAL masih dalam tren yang cenderung bearish dengan peningkatan volume yang masih signifikan," kata Reza Diofanda, Analis BRI Danareksa Sekuritas.

Daftar Pergerakan Saham Unggulan dan Penekan IHSG (6/5/2026)
Nama EmitenKode SahamPerubahan HargaLevel Harga
Unilever IndonesiaUNVR+10,06%Rp1.805
Chandra Asri PacificTPIA+4,94%Rp6.375
Amman Mineral InternasionalAMMN-3,38%Rp5.000
Bank Negara IndonesiaBBNI-2,30%Rp3.830

Artikel terkait

Rekomendasi