Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ambles sebesar 70 poin pada awal pembukaan perdagangan Kamis, 21 Mei 2026. Data yang dilansir dari Media Indonesia menunjukkan indeks komposit tersebut melorot hingga 1,11 persen ke posisi 6.248 akibat tekanan jual sejak prapembukaan.
Pelemahan instan ini menjauhkan IHSG dari level psikologis 6.300 pada awal sesi perdagangan. Penurunan di bawah level tersebut mengindikasikan adanya tekanan pada saham-saham berkapitalisasi besar atau blue chip yang menjadi penggerak utama pasar.
Pasar mencermati tiga faktor utama yang memicu pelemahan pagi ini, yakni potensi aliran modal keluar dari investor asing dan pergerakan bursa saham Asia yang bervariasi dengan bias melemah. Selain itu, pelaku pasar tetap mewaspadai fluktuasi nilai tukar rupiah karena berdampak pada emiten dengan utang valas tinggi.
Investor disarankan untuk tidak agresif melakukan pembelian dan tetap waspada di tengah tren penurunan ini. Pergerakan angka pembukaan ini dipastikan tetap dinamis dengan batas support terdekat pada kisaran 6.250 dan batas resistance pada level 6.320 hingga penutupan perdagangan sore nanti.