Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengimbau para investor pasar modal untuk tidak panik dan memanfaatkan momentum penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) untuk melakukan pembelian saham di level bawah pada Senin (18/5/2026).
Pelemahan indeks domestik ini dipicu oleh sentimen negatif global serta eskalasi ketegangan geopolitik yang terjadi di kawasan Timur Tengah. Dilansir dari Suara, IHSG mencatat penurunan signifikan sebesar 252 poin atau merosot 3,76 persen ke level 6.470 pada penutupan perdagangan sesi pertama hari tersebut.
Menanggapi kondisi pasar modal yang sedang tertekan, Menteri Keuangan memberikan arahan langsung kepada para pelaku pasar saat berada di fasilitas militer.
"Investor pasar saham kalau saya bilang jangan takut. Serok bawah sekarang," kata Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.
Pemerintah menilai bahwa koreksi yang terjadi pada indeks saham domestik ini tidak akan berlangsung lama dan diproyeksikan segera mengalami pembalikan arah dalam hitungan hari.
"Kalau saya lihat teknikalnya, sehari dua hari sudah balik. Jadi jangan lupa beli saham," jelas Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.
Berdasarkan data riset dari Pilarmas Investindo Sekuritas, tekanan jual melanda IHSG akibat aksi lepas saham secara masif di Wall Street pada akhir pekan sebelumnya. Sentimen negatif ini kemudian merembet dan menekan pergerakan mayoritas bursa saham di regional Asia.
Kekhawatiran terhadap gangguan pasokan minyak mentah dunia akibat konflik Timur Tengah juga menambah ketidakpastian pasar. Aktivitas transaksi sesi I mencatat volume perdagangan sebanyak 20,07 juta saham dengan nilai mencapai Rp 11,94 triliun melalui frekuensi 1,71 juta kali.
Performa emiten pada sesi pertama didominasi oleh pergerakan zona merah dengan rincian 715 saham melemah, 90 saham menguat, dan 154 saham stagnan. Saham BLUE, BPTR, ABDA, LABS, dan GSMF memimpin penguatan, sedangkan saham DSSA, TPIA, AMMN, APIC, dan KONI menjadi penekan utama indeks.