Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG Bursa Efek Indonesia mencatatkan penurunan tajam pada perdagangan Jumat (8/5/2026). Dilansir dari Investortrust, indeks saham domestik tersebut jatuh sebanyak 204,92 poin atau setara 2,86% ke level 6.969.
Di tengah kejatuhan indeks tersebut, pemodal asing membukukan penjualan bersih atau net sell senilai Rp 389,31 miliar di seluruh pasar. Aksi lepas saham oleh investor asing melanda sejumlah saham berkapitalisasi besar.
Saham BMRI menjadi sasaran net sell tertinggi mencapai Rp 436,38 miliar. Posisi berikutnya ditempati saham BUMI dengan net sell Rp 82,88 miliar, disusul TINS sebesar Rp 76,45 miliar, BREN sebanyak Rp 73,12 miliar, dan ADRO mencapai Rp 68,40 miliar.
Kendati demikian, investor asing juga mencatatkan pembelian bersih atau net buy pada beberapa saham. Saham BBRI memimpin torehan net buy sebesar Rp 176,78 miliar, diikuti NSSS senilai Rp 170,52 miliar, dan MDKA mencapai Rp 134,40 miliar.
Dua saham lain yang juga banyak dikoleksi asing adalah TLKM dengan nilai net buy Rp 104,74 miliar serta ASII sebesar Rp 65,08 miliar. Namun, aksi beli ini tidak mampu menahan laju penurunan indeks.
Kemerosotan IHSG dipicu oleh kejatuhan mayoritas saham big cap, terutama pada emiten sektor tambang. Saham AMMN anjlok 9,27%, TINS melemah 14,88%, INDY merosot 14,82%, INCO turun 13,89%, BREN melemah 11,83%, dan EMAS jatuh 12,22%.
Kondisi ini diperparah oleh pelemahan hampir seluruh sektor saham. Sektor material dasar turun paling dalam sebesar 7,80%, diikuti sektor transportasi yang melemah 5,72%, sektor energi 4,59%, sektor industri 4,55%, sektor consumer primer 3,39%, dan sektor keuangan 1,48%.
Berbeda dengan sektor lainnya, sektor kesehatan justru mengalami penguatan sebesar 0,70%. Mayoritas saham dari sektor kesehatan membukukan kenaikan tertinggi pada perdagangan hari ini.
Lonjakan hingga terkena penolakan otomatis atas atau auto reject atas melanda saham MPOW yang melejit 34,55%. Saham MEDS juga melesat 34,48% menjadi Rp 117, sedangkan IRRA meningkat 25% ke posisi Rp 510.
Kenaikan signifikan lain dialami saham PEHA yang menguat 24,83% menjadi Rp 372. Saham KAEF turut terkerek naik sebesar 24,51%, sementara saham MORA meningkat 20% menjadi Rp 7.500.
Pada hari sebelumnya, IHSG sebenarnya sempat ditutup melonjak 81,85 poin atau 1,15% ke level 7.174. Saat itu, pemodal asing juga telah melakukan aksi net sell dengan nilai mencapai Rp 76,40 miliar.
Pada perdagangan sehari lalu tersebut, saham BMRI menjadi yang paling banyak dilepas asing dengan nilai Rp 315,69 milar. Selanjutnya, saham BRPT mencatatkan net sell senilai Rp 128,26 miliar dan PTRO sebesar Rp 97,70 miar.